PB, Jakarta – Demo yang berlangsung pada Jumat (20/5) kemarin di KPK dan DPRD DKI Jakarta, memang banyak memakan korban luka, tidak terkecuali oleh wanita.

Salah satu ibu yang diketahui bernama Aisyah, saat berlangsungnya demo dalam keadaan kacau, dan memaksa pihak kepolisian mengeluarkan tembakan gas airmata ke arah pendemo di depan gedung KPK jalan Rasuna Said.

Pecahan tempat bekas gas airmata rupanya terlontar dan tepat mengenai dagi seorang ibu yang sedang berdiri dijarak yang cukup jauh dari kerumunan yang sedang berhadapan dengan pihak kepolisan.

Mengenakan jilbab dan baju terusan berwarna biru, sambil menggendong tas, Aisyah langsung tersungkur begitu terkena tabung gas airmata, dan dari dahinya mengucur darah.

Rupanya foto yang diambil oleh para saksi di lokasi juga ikut diunggaj oleh Front Pembela Islam, melalui akunnya @DPP_FPI sambil menuliskan, jika si ibu sedang dalam perawatan di rumah sakit.

Namun sebuah akun atas nama @IrpanSapta alias Irpan Deen, justru mencemooh tindakan Aisyah yang dianggapnya mau saja ikut demo karena dibayar.

“@DPP_FPI kasihan amat ya…padahal dibayarnya gak seberapa tuh.? Biar cepat sembuh ya bu…” tulisnya menghujat dan menuduh jika warga yang melakukan demo kemarin di KPK adalah masa bayaran.

Akibatnya Irpan yang diketahui adalah salah satu pendukung Ahok atau yang biasa disebut Cebong buat pendukung Ahok, menjadi kemarahan para ormas yang hampir berjumlah 20-an.

“Irpan itu pasti biasa disuruh demo dengan dibayar uang atau nasi bungkus,” ujar Ajeng Salah satu pendukung demo agar Ahok segera ditangkap.

Selain Ajeng ada juga David yang menganggap jika Irpan sebenarnya manusia yang hanya bisanya menggonggong atas perintah tuannya, ” pastilah mereka-mereka itu juga, yah mirip akun cebong @kangdede78 yang bisanya berbicara dan menuduh tapi tanpa bukti dan logika yang masuk akal !” Ujar @dapitdong

Sementara itu Yakub A. Arupalakka yang mengetahui jika ada manusia seperti Irpan yang hanya bisa mengeluarkan pendapatnya, tapi tidak melihat apalagi mencaritahu apa maksud demo yang dilakukan kemarin di KPK.

“Mungkin Irpan bisa kita katakan sejenis manusia “Pak Ogah” yang kerjanya minta cepek (100) dulu baru mau kerja,” ujar Yakub yang merasa kasihan kepada Irpan yang mengaku pandai namun ternyata bodohnya masih ada dan banyak.

“Hanya manusia bodoh saja yang bisa mengatakan kalau demo kemarin itu ada yang membayar, dan siapa yang mau bayar ? Dan untuk apa dibayar, kalau justru demo kemarin demi mempertahankan kelangsungan hidup mereka,” ujar Yakub yang ingin bertemu Irpan dan mengingatkan jika ingin memberikan komentar, sebaiknya berpikir dna melihat kondisi kemarin atau paling tidak tanya dulu kepada orang lain, agar tahu duduj masalahnya dan tidak asal bunyi.

Dari penelusuran, ternyata Irpan Deen yang mengaku sebagai salah satu suplier sayur mayur dan buah-buahan dan tinggal di wilayah Jakarta Barat, ternyata adalah pengikut jemaah Ahmadiyah, yang sampai saat ini tidak diakui soal keislaman mereka, karena menganggap Ahmad Ghulam Mirza pencetus aliran ini adalah seorang Nabi.

(Jall)

loading...