PB, Jakarta – Saat ini Teman Ahok bisa dikatakan dalam dilema terkait dengan munculnya Partai Golkar dibawah pimpinan Setya Novanto yang secara terang-terangan menyatakan jika kepemimpinan Ahok masih bagus.

Pernyataan Novanto bahkan diikuti dengan pujian untuk Presiden Jokowi jika masih layak untuk memimpin Indonesia untuk periode kedua.

Sinyal Setya Novanto untuk mendukung Ahok membuat teman Ahok ditengarai saat ini dalam suasana “duka” karena persoalan pengumpulan KTP yang selalu dibanggakan oleh teman Ahok bukan hal mudah.

“Selain berusaha dengan berbagai cara, mereka juga harus menerima hujatan dan ucapan sinis akibat beberapa kejadian yang harus mereka tanggung,” ujar Darwis Sibua, salah satu tokoh muda Malut di Jakarta.

Bahkan Darwis merasa jika Ahok sendiri saat ini memang tidak terlalu mendukung pengumpulan KTP melalui teman Ahok dikarenakan sejumlah partai, seperti Nasdem dan Hanura sudah lebih dulu menyatakan dukungannya.

“Kalau ditambah dengan Golkar, maka ucapan selamat Jalan kepada pemilik KTP yang sudah bersusah payah mengumpulkan, tidak perlu dihargai lagi oleh Ahok, anggaplah Novanto adalah Penghancur mimpi teman Ahok,” ucap Darwis.

Beberapa kali langkah Ahok memang lebih condong untuk menggunakan jalur partai ketika maju dalam Pilkada Gubernur DKI, ketika Ahok yang tiba-tiba muncul dalam acara peluncuran buku tentang Megawati Soekarnoputri.

Namun Darwis juga menyatakan jika saatnya nanti Ahok harus menerima kenyataan ditahan oleh KPK maka partai yang sudah menyatakan mendukung Ahok harus memulai lagi dari awal.

“Kalau sampai Ahok akhirnya menyatakan maju lewat partai, lalu Ahok ditahan akibat desakan masyarakat, maka pastilah gantian teman Ahok yang tertawa puas,” ujar Darwis membayangkan.

Darwis menyarankan sebaiknya teman Ahok mulai saat ini mengambil sikap dan langkah untuk bersiap menerima kenyataan dengan cara menghentikan pengumpulan KTP, sambil melihat laju kondisi partai yang sudah menyatakan mendukung Ahok.

(Jall)

loading...