PB, Jakarta – Menarik ketika seorang wakil dari kepala daerah yang akan maju mencalonkan diri, mendaftarkan namanya sendiri di partai pengusung tanpa melibatkan pasangannya dari calon kepala daerahnya.

Selama ini, setiap Wakil Kepala Daerah biasanya menunggu pinangan dari Kepala daerah yang akan maju mencalonkan diri, karena kekuatan utama selalu berada di kepala yang dianggap menjadi daya tarik utama, warga untuk memilih mereka berdua.

Tapi tidak bagi seorang Irjen Polisi Abdul Jabar Beny Mokalu, yang mendaftarkan namanya di jajaran wakil gubernur DKI Jakarta pada PDIP dan Partai Demokrat.

“Beliau adalah seorang pekerja keras, dan terbiasa untuk tidak menyusahkan orang lain, makanya sebelum bertemu dengan calon nomor 1 beliau sudah melakukan upaya sendiri untuk bisa bertemu dan menarik suara pendukungnya,” ujar Heikal Safar, selaku Ketua komunitas dari Heikal Center yang juga salah satu komunitas yang mendapatkan kepercayaan dari Beny Mokalu Community alias BemoC, untuk membantu berjuang bersama.

Bisa dikatakan jika Beny dengan BemoC-nya sudah mulai melakukan pertemuan dengan beberapa kelompok dan komunitas dari warga Jakarta.

Bahkan sebuah acara diskusi politik yang biasa diselenggarakan di Wedangan2000 jalan Fatmawati, milik Nanik S Dayeng, tokoh politik wanita, Beny disambut dengan tepuk tangan dan dukungan dari pengikut dan peserta acara diskusi.

Dan Beny sendiri sudah pernah beberapa kali mengadakan pertemuan dengan beberapa calon nomor satu DKI, untuk menyeleraskan visi dan misi yang akan diusung nanti.

Beny juga merupakan salah satu calon wakil yang akan maju, yang paling sering mendapatkan undangan dari berbagai acara dan diskusi terkait dengan pemilihan DKI Jakarta Februari 2017 nanti.

Heikal sendiri yang sempat diwawancarai, mengatakan fenomena Beny saat ini memang menjadi daya tarik sebagian masyarakat yang sudah pernah bertemu langsung.

“Bahkan tidak sedikit yang mengusulkan untuk maju sebagai nomor satu,” ujar Heikal yang selalu diminta oleh para peserta usai acara, agar mengusulkan ke Beny, untuk beralih memperebutkan kursi nomor satu.

Beny sendiri sebagai polisi, masih aktif hinggakini sebagai Staff Ahli Kapolri yang membidangi Sosial dan Budaya, sebelumnya pernah menjadi Kapolda Bengkulu lalu mutasi menjadi Kapolda Bali, dan membuat heboh dan menerima ucapan syukur dari berbagai ormas Islam, ketika berita di banyak media terkait dengan Kapolda Bali yang menjadi muallaf.

“Saat ini pinangan dari berbagai calon nomor satu sudah mulai berdatangan, bahkan pak Beny sendiri tidak menyangka jika hal ini bisa sampai sedemikian,” ujar Heikal.

Menurut Heikal yang diwawancarai di Sekretariat Heikal Center di Jalan Raya Kalimalang Bekasi, depan Mesjid Al-Azhar Kalimalang, mereka sendiri tidak menyangka jika pinangan dari Cagub justru berdatangan.

“Kami mengira akan sibuk untuk mencari siapa yang cocok didampingi oleh beliau, tapi saat ini kami hanya bisa pasrah dengan keputusan beliau, karena yang ingin menjadikan beliau sebagai wakil cukup banyak,” ujar Heikal.

Bisa dikatakan jika dengan sepak terjang Beny Mokalu sendirian, yang selalu melakukan pertemuan dengan warga dan juga ormas kemasyarakatan dan juga banjirnya dukungan serta naiknya elektabilitas sebagai salah satu Cawagub.

“Bisa dikatakan inilah Cawagub dengan “rasa” Cagub,” ujar Heikal yang juga kaget dengan sikap Beny selama bertemu dengan masyarakat, jauh dari kesan seorang Jenderal polisi, karena lebih banyak mengalah kepada siapapun, sekalipun itu pangkatnya bintara dan juga selalu mendahulukan kepentingan orang lain dari dirinya sendiri.

(Jall)

loading...