PB : “Dari perspektif evolusi,” kata Cuddy, “lebih penting bagi kelangsungan hidup kita untuk mengetahui apakah seseorang dapat dipercaya, trustable. Ibaratnya, saat sekumpulan manusia masuk ke dalam gua, lebih penting untuk memastikan bahwa rekan kita tidak akan membunuh dan mengambil harta kita, dibandingkan kemampuannya menyalakan api dengan baik untuk menyusuri gua dengan selamat.”

Hebohnya nilai yang diraih seseorang di sekolah, yang dianggap berbanding lurus dengan kecerdasannya, ternyata bukanlah faktor utama. Kebanyakan perusahaan besar justru lebih memilih seseorang yang bisa dipercaya – meski prestasinya semasa sekolah tidak terlalu luar biasa – untuk menduduki jabatan CEO, dibandingkan dengan seseorang yang prestasi akademiknya luar biasa tetapi dari hasil tes psikologi mencerminkan karakter yang belum tentu bisa diandalkan, baik loyalitas maupun integritasnya.

Warren Buffett, orang terkaya ke tiga di dunia, berujar, dibutuhkan 20 tahun untuk membangun reputasi seseorang tetapi hanya dibutuhkan waktu 5 menit untuk menghancurkannya.

Kembali pada nilai-nilai dasar kehidupan manusia, bahwa integritas menunjukkan pribadi sejati seseorang. Nilai-nilai ini tetap menjadi nilai yang paling berharga, meski zaman sudah berkembang menjadi sedemikian canggihnya, di mana cara manusia bersosialisasi telah berubah dengan adanya teknologi internet yang menghilangkan begitu banyak batas serta hambatan. Dan, selamanya akan tetap berlaku hukum, bahwa integritas adalah sesuatu yang harus diusahakan serta dibangun seumur hidup, sementara sebuah kesalahan dapat meruntuhkan semuanya dalam sekejap mata.

Hal penting lainnya yang menjadi dasar pemilihan seorang pemimpin adalah, apakah dia seseorang yang layak dihormati? Respek dan penghargaan diperoleh seseorang karena caranya bersikap dan membawa diri. Apa yang diucapkan selaras dengan apa yang dilakukan, senantiasa bisa diandalkan serta bertanggung jawab. Dalam jangka panjang, hal-hal tersebutlah yang akan menentukan kemampuan seseorang untuk memengaruhi orang lain, memimpin, dan menghasilkan pencapaian yang diharapkan. Jika seseorang yang ingin dipengaruhi tidak memercayai si pemberi pengaruh, apa pun yang dilakukan, tidak akan bisa berjalan terlalu jauh. Justru akan selalu timbul kecurigaan dan perasaan khawatir akan ditipu. Sebaliknya, orang yang hangat dan tulus, akan memancarkan aura positif yang akan menarik orang lain untuk menyukainya, merasa aman, kagum, dan timbul rasa percaya. Kepercayaan ini menjadi kekuatan, bukan lagi ancaman. Orang tersebut akan lebih mudah untuk memengaruhi orang-orang yang dipimpinnya.

Respek dan kepercayaan diperoleh seseorang sebagai pancaran nilai-nilai, keyakinan dan beliefs yang tertanam di dalam hatinya. Sesuatu yang memancar dari dalam hati, lalu terungkap secara alami melalui body language -bahasa tubuh- tanpa disadari. Bahasa tubuh, dalam banyak kesempatan, berbicara lebih keras daripada kata-kata yang kita ucapkan.

Pernahkah kita memperhatikan saat kita tertarik atau bersimpati dengan seseorang? Sesungguhnya perpaduan antara aura, sikap, dan bahasa tubuh orang tersebutlah yang membuat kita tertarik dan bersimpati kepadanya. Sebaliknya, saat seseorang memandang kita dengan pikiran menuduh atau menghakimi, meski dia tidak mengucapkan sepatah kata pun, secara naluri kita tidak menyukainya. Insting, demikian orang kerap menyebutnya. Sulit dijelaskan tetapi sangat memengaruhi keputusan seseorang: apakah dia akan menyukai orang lain atau tidak, percaya atau tidak, respek atau malah menganggap orang tersebut munafik. Hukum ini sama nyatanya dengan hukum gravitasi. Tidak kasat mata, tetapi nyata.

Ini bukti bahwa apa pun yang tersimpan dalam hati dan pikiran seseorang akan terpancar melalui bahasa tubuhnya. Lalu, dalam jangka panjang hal tersebut akan membuat kita mengambil keputusan, apakah orang tersebut layak dipercaya dan dihormati? Hal yang sama dirasakan pula oleh calon pimpinan, rekan-rekan bisnis kita, mereka yang pada akhirnya akan menentukan apakah kita mendapat promosi, dianggap layak untuk menduduki suatu jabatan, dipercaya menangani proyek besar dan berbagai pencapaian lainnya atau tidak. (Ributrukun)

loading...