PB : Dengan memahami prinsip-prinsip di atas, tentunya kita bisa menata kembali nilai-nilai hidup kita secara bijak. Memilih nilai-nilai yang baik lalu menghidupinya. Memprogram kebiasaan-kebiasaan baru agar dapat membangun sikap, kata-kata, dan cara pandang yang benar serta bijak dalam meresponi segala sesuatu yang terjadi dalam hidup sehingga menjadi bekal untuk menjadi seorang pemimpin yang bijak dan bisa diandalkan.

Hidup yang baik, bahagia dan sukses bisa diciptakan. Asalkan kita bersedia memprogram ulang cara berpikir dan mengisi hati kita dengan kebenaran-kebenaran firman Tuhan yang kekal, tak lekang oleh waktu.

Get close to God first, before getting close to anyone else. God Without a man is still God, but a man without God is nothing.

Kebenaran sejati itu bagaikan hukum gravitasi, percaya atau tidak, akan tetap terjadi. Kita boleh percaya atau menolak memercayai hukum gravitasi, tetapi setiap benda yang jatuh akan selalu jatuh ke bawah dan bukannya ke atas. Hal tersebut membuktikan, gaya gravitasi itu ada.

Belajar dari prinsip-prinsip di atas, maka sesungguhnya tidak ada seorang pun yang bisa menyembunyikan siapa dia sesungguhnya. Orang bisa berpura-pura untuk sementara waktu, namun akan datang waktunya ketika kebenaran tentang siapa dirinya akan terbuka dengan terang benderang.

Jadi, trik yang tidak mungkin gagal untuk ‘menjual’ diri sendiri -sell yourself- adalah memurnikan nilai-nilai dalam diri kita lalu menghidupinya dengan ketulusan hati.

Kalaupun kita belum bisa menghidupinya secara sempurna, katakan pada diri sendiri dengan bersuara, niat kita untuk bersikap jujur, berani, memegang integritas lalu terapkanlah melalui hal-hal kecil dalam kehidupan. Ketika mulut berucap dan telinga mendengar, tumbuh dalam nurani kita kesadaran serta dorongan untuk memenuhinya.

Membayar uang parkir dengan jujur, meski tidak resmi. Mengembalikan uang kembalian yang kelebihan. Menepati janji. On time. Minta maaf saat melakukan kesalahan. Berjalan extra miles – bekerja melebihi yang diharapkan. Nampaknya sederhana, namun saat kita melakukannya dengan konsisten, akan menumbuhkan rasa percaya diri, menaikkan reputasi dan integritas, serta menarik orang lain untuk memercayai dan menghargai kita. Semakin banyak orang memercayai dan menghargai kita, semakin kita mengasihi serta bangga dengan diri sendiri, serta merasa nyaman juga bahagia. Perasaan bahagia ini akan menarik banyak orang-orang yang bahagia dan sukses untuk tertarik kepada kita. Like attracts like. Demikian siklus ini akan terus berputar, membuat lingkaran pengaruh yang makin membesar, membawa kesuksesan dan kebahagiaan. We sell ourself successfully. Tinggal tunggu waktu, maka jabatan idaman, prestasi spektakuler, kesuksesan, akan jatuh ke pangkuan kita. Make sense? (Ributrukun)

loading...