PB, Kendari :  Komandan Korem 143/Haluoleo Kolonel Czi. Rido Hermawan, M.Sc. mengatakan hidup damai dan bersaudara itu indah, tidak ada saling mengkotak-kotakkan antara agama, suku, budaya ataupun pilihan politik. “Setiap warga masyarakat bebas menentukan pilihan politiknya tanpa ada larangan dari siapapun” ujar Danrem kepada sejumlah wartawan usai Upacara Korp Raport Penyerahan Tugas dan Tanggungjawab Kasrem 143/HO di Makorem 143/HO (24/5/2016).

DSC_0446Pernyataan Mantan Danpusdikzi tersebut dimaksudkan untuk memberikan pencerahan kepada segenap warga Kabupeten Muna yang dinilainya telah terkotak-kotak karena perbedaan pilihan politik sejak  penyelenggaraan Pemilukada pada Desember 2015 lalu . ” Masyarakat Muna  itu kan satu rumpun sehingga mereka bersaudara semua” ujarnya lagi.

DSC_0445Menurut Danrem 143/HO perbedaan pilihan politik hendaknya  tidak perlu dibesar-besarkan apalagi dipertentangkan tetapi perbedaan itu dijadikan sebagai suatu kodrat yang harus diterima dengan semangat toleransi, solidaritas dan harmoni. ” Kalau tidak disikapi seperti itu, akan menjerumuskan masyarakat Muna menjadi terbelakang” ujarnya.

Sebagaimana diketahui proses penyelenggaraan Pilkada di Kabupaten Muna hingga kini belum berakhir. Akibatnya kondisi keamanan di Kabupaten Muna semakin tidak kondusif oleh adanya tindakan anarkis dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab baik  berupa pembakaran rumah, pembakaran mobil, pembakaran pasar hingga penembakan, yang  semakin menimbulkan keresahan besar bagi warga Kabupaten Muna.

Oleh karena itu untuk menghindari ekses perbedaan pilihan politik di Muna, Danrem menghimbau agar masyarakat Muna tetap mengedepankan nilai-nilai Demokrasi Pancasila. ” Memilih pemimpin tetaplah dengan kepala dingin, tidak usah gontok-gontokan, jangan sampai ada korban dan siapapun pemenangnya mari kita dukung bersama-sama agar menciptkan kesejahteraan masyarakat yang baik, agar meningkatkan kemakmuran di wilayahnya” pungkas orang nomor satu di jajaran Korem 143/HO tersebut. (Enel-Sultra)

loading...