PB, Jakarta – Di dalam sejarah selama dibentuknya Komisi Pemberantasan Korupsi alias KPK baru kali terjadi, seorang Ketua KPK, Agus Rahardjo, malah sibuk “curhat” ke masyarakat soal kelakuan Ahok dalam kasus Reklamasi.

“Saya sampai tidak habis pikir soal tindakan (Ketua) KPK, menangani kasus yang menimpa Ahok,” ujar Bastian P. Simanjuntak, Presiden Gerakan Pribumi Indonesia.

Menurut Bastian, Agus beberapa kali memberikan keterangan kepada masyarakat melalui media, persoalan Ahok yang dianggapnya sudah melampaui batas soal permintaan dana diluar dari kewajiban sesuai dengan aturan.

Bastian sampai menganggap jika keduanya adalah Ayah dan Anak, Agus sebagai Ayah, dan mulai memarahi anaknya yang melakukan perbuatan salah, tapi tidak dihukum, namun diminta agar bertobat dan jangan mengulangi lagi.

Menurutnya, Agus adalah Ketua KPK paling aneh sepanjang sejarah berdirinya KPK, ketika memeriksa kasus Sumber Waras dan Reklamasi yang sudah jelas ada bukti tindakan korupsi untuk Sumber Waras dan gratifikasi di kasus Reklamasi, justru KPK seakan memaksa diri untuk segera mencari celah agar kasus tersebut bukan kasus korupsi.

FB_IMG_1459660961060_1“Coba saja anda perhatikan, salah satunya yang sangat fatal, sudah jelas-jelas Agus mengatakan Ahok melakukan semuanya tanpa ada payung hukum, kenapa tidak ditangkap ? Malah dibiarkan bebas sambil mencari kesempatan untuk membela diri ?” Ujar Bastian.

Bastian sangat jengkel, saat Agus yang mengatakan persoalan Diskresi yang dilakukan Ahok melanggar aturan, karena tidak adanya peraturan yang mengatur, terkait dengan diskresi tersebut, kejengkelan Bastian lainnya, justru terkesan Agus malah memberikan Ahok kesempatan untuk mencari celah dan merusak bukti dan akhirnya munculah Diskresi tersebut.

Awal munculnya memo soal permintaan Ahok kepada Ariesman, Ahok mengatakan hanya sebatas “suka sama suka” artinya keinginan Ahok pribadi disetujui oleh Ariesman, maka wajar jika diteruskan, dan tidak ada Diskresi.

“Diskresi ini bisa kita samakan dengan kebijaksanaan pemimpin, tapi tetap dalam koridor aturan, bukannya malah melanggar hukum, lalu seenaknya mengatasnamakan Diskresi,” ucap Bastian.

FB_IMG_1464230833855_1Sementara itu Yakub A. Arupalakka, petinggi Partai Priboemi, juga salah satu pembina Laskar Bugis Makassar, berencana untuk mengajak dan berkumpul semua elemen dan ormas yang nantinya akan diarahkan untuk melakukan laporan terhadap sikap Agus dan Komisioner lainnya yang sudah membuat masyarakat resah, dengan tingkah Ahok selama memimpin Ibukota Jakarta.

Bahkan Yakub yakin jika selama ini KPK memang melindungi Ahok dari segala macam bentuk kejahatan yang dia lakukan, hingga Yakub perkirakan kedepannya bukan tidak mungkin Ahok akan semakin sombong dan Arogan.

“Ahok telah dicatat dalam sejarah KPK, sebagai Kepala Daerah yang diperiksa dua kali, dalam dua kasus yang berbeda, dan juga mempencundangi keadilan bagaikan hanya barang mainan melalui komisioner KPK saat ini. Di negeri ini !” ujar Yakub marah.

(Jall)

loading...