PB, Jakarta – Seorang ibu penjual kopi keliling tiba-tiba langsung memasukkan semua jualannya kedalam tas keranjang besar dan tanpa meminta harga kopinya, langsung buru-buru pergi meninggalkan si pembeli yang kebingungan melihat tingkah si ibu yang berumur sekitar 50-an pergi dengan langkah dipercepat.

Rupanya sebuah rombongan besar dari seberang jalan sedang menuju ke pintu masuk Blok M Square, rombongan ini dikenal oleh si Ibu dengan istilah Kamtib (Keamanan dan Ketertiban) dari kelurahan Melawai.

Rombongan yang terdiri dari Satpol PP Kelurahan dan Kecamatan Kebayoran Baru sebanyak 15 personil, petugas Dishub Jakarta Selatan, Babinkantibmas dan Petugas PPSU Kelurahan berhenti tepat di depan si ibu tadi berjualan.

Petugas yang turun langsung bergegas menuju kendaraan sepeda motor milik Ojek Online yang parkir berderet tepat didepan Sevel Melawai, awalnya teguran dari Satpol PP tidak diindahkan, namun berubah ketika Babinsa yang marah melihat para pengendara Ojek online ini tetap saja bertahan, dan semuanya langsung kabur.

Namun sebanyak 15 motor yang kebetulan parkir tepat di trotoar tempat pejalan kaki, di depan Sevel menjadi sasaran petugas Dishub dibantu Satpol PP mencabuti pentil ban motor depan dan belakang, sementara pemilik kendaraan tidak diketahui berada dimana.

“Memang mas disini gak boleh parkir, ada planglarangan parkir, tapi tidak tahu diumpetin kemana,” ujar salah satu Ojek yang biasa parkir mencari penumpang di tempat tersebut, sementara motornya sendiri berhasil disingkirkan di tempat tersembunyi, menghindari petugas Dishub.

Ibu Kurnia Rita, Lurah Melawai yang sempat diwawancarai mengatakan jika hal ini dilakukan hampir setiap minggu, “kami sering mendapat laporan masyarakat, melalui aplikasi Qlue dan ini salah satu TL Qlue kami dari kelurahan Melawai,” ujarnya, sambil sesekali memerintah petugas PPSU yang sedang membersihkan jalan.

Menurut Kurnia yang baru bertugas selama 3 bulan, sebagai Lurah, laporan ini harus ditindak lanjuti, mengingat dirinya beserta jajarannya sedang berusaha untuk mencapai target sebagai TL Qlue terbaik Kelurahan.

Sementara itu salah satu staff kelurahan memanggil pihak manajemen Sevel yang sedang bertugas, dan meminta agar pihak Sevel ikut menjaga dan membersihkan sampah yang berserakan di dalam taman, dan juga agar Sevel dapat melarang warga duduk di bibir tembok taman.

“Saya tidak bisa melarang pak, mereka hampir menjadikan taman tersebut sebagai tempat duduk,” ujar pegawai Sevel yang bernama Bagus.

Menurutnya persoalan ini tidak bisa disalahkan sepenuhnya kepada mereka, sementara taman dan lokasi parkir pemilik motor tepat didepan Sevel, milik Pemda, dan mereka sebenarnya sudah memasang tanda larangan parkir, bahkan untuk sampah, setiap tiang disediakan tempat sampah besar.

“Para pejalan kaki sendiri yang tidak bisa diberikan arahan, jadinya satu melakukan, yang lainnya juga ikutan, sementara kami harus fokus didalam melayani pembeli,” ujar Bagus yang mengatakan jika surat terkait dengan hal demikian, diberikan tahun lalu dari Kelurahan.

Para warga memang menjadikan tempat tersebut sebagai tempat favorit untuk duduk sambil menunggu jemputan ataupun beristirahat sebentar, untuk pulang, dikarenakan kursi milik Sevel yang dulunya banyak memenuhi dibagian luar ternyata sudah disingkirkan dan tidak dipasang kembali, bahkan saluran listrik yang berada di depan ruangan ATM milik Sevel diputus.

“Pengemudi ojek online menjadikan tempat tersebut seperti taman untuk mereka, akibatnya pengunjung kami tidak bisa duduk, karena kursi meja sudah dikuasai oleh ojek, yang duduk menunggu pesanan, sambil mencas hp mereka,” ujar salah satu Ojek pangkalan kepada pembawaberita.com

Kasatpol PP Kelurahan Melawai, Agus Waluyo mengatakan saat ini memang masih dilakukan penertiban, namun tidak menutup kemungkinan jika kedepannya nanti akan dibuatkan sebuah tempat khusus bagi para pengemudi Ojek baik yang pangkalan maupun online.

JpegAgus tidak ingin menyusahkan siapapun, namun aturan tetap harus ditegakkan, agar kebersihan dan ketertiban bisa menjadikan siapapun merasa memiliki dan bisa bertanggung jawab.

“Kalau boleh mas, tidak perlu kami harus turun dengan cara begini, namun kesadaran itu seharusnya sudah bisa di pupuk sejak sekarang, dan ditaati bersama,” ujar Agus, sambil memantau pasukannya.

Bahkan Agus menginginkan agar pemilik usaha juga ikut menjaga, “itu sampah seperti botol air mineral dan gelas bekas minuman kopi, berasal dari dalam (sevel) jadi wajarlah jika Sevel harus ikut menjaga kebersihan.

“Tidak mungkinlah kita harus saling menyalahkan, tidak akan habis diperdebatkan, jadi sebaiknya pihak pengusaha juga memberikan pengumuman dan disertai dengan tindakan, apabila ada yang melanggar,” ujar Agus memberikan solusi, dan memberitahukan jika memang ditemukan warga yang membuang sampah bukan pada tempatnya akan dikenakan denda.

Agus berharap kegiatan penertiban ini tidak perlu lagi dilakukan, karena bersama-sama saling menjaga dan saling mengingatkan kepada teman dna rekan kerja ataupun seprofesi untuk mengerti aturan, karena contoh yang baik di tempat kerja, akan terbawa sampai ke rumah, dan akan memberikan contoh yang baik pula kepada generasi penerus.

(Jall)

loading...