PB, Jakarta – Seperti yang dikatakan oleh mereka yang semakin kuat dan menjadikan pribadi yang berbeda, ketika mereka pernah merasakan suasana terali besi.

Dan sebagian besar dari mereka yang menjadi kuat itu, adalah orang-orang yang justru mendekam diterali besi, dikarenakan kritik dan juga mendapatkan sistim peradilan yang dipaksakan oleh pemerintah yang sedang berkuasa.

Yulianus “Ongen” Paonganan adalah salah satunya, yang dikenal sebagai salah satu penggagas munculnya gerakan “Jempol Rakyat” di sosial media Twitter.

Ketika pemaksaan hukuman terhadap dirinya dilakukan, justru hal itu tidak membuatnya mengurangi dirinya dalam memandang orang lain, termasuk yang berkaitan langsung kasusnya, baik Kepolisian, Jaksa maupun Hakim yang menyidangkannya.

“Ini adalah contoh balasan atas kezoliman menjarain orang…kawan saya Abidinsyah di rutan bareskrim di zolimi org ini, Abidinsyah meringkuk di rutan bareskrim tapi bebas krn tdk (karena tidak-red ) terbukti….ternyata nasib berbalik ke pelapor,” tulis Ongen di akunnya.

Namun postingan itu, hanya sebagai pelajaran kepada orang lain, agar tidak melakukan hal demikian, karena justru Ongen bertindak sebaliknya.

Menurut Ongen, selama penahanan di Polisi baik yang memeriksa dan menjaganya, justru memperlakukan Ongen dengan baik, sampai ketika dipindahkan ke Lembaga Cipinang sebagian anggota Polisi masih sempat menitikkan airmata.

Bahkan ada juga yang merasa miris dengan kasus Ongen, dan permintaan maaf mereka, dibalas Ongen dengan mengatakan jika dirinya sudah memaafkan mereka jauh sebelum mereka meminta maaf.

Termasuk soal diterimanya penahanan ilegal selama 20 hari dari Jaksa, oleh pihak Hakim PN Jaksel yang mensidangkan kasusnya, juga dimaafkan, dan Ongen sama sekali tidak berniat untuk melakukan gugatan.

Selama di Cipinang Ongen juga mendapatkan perlakuan baik, bahkan bertemu dengan beberapa Napi yang sering menghiasi media, Jero Wacik, Rahutman, Partogi, Gatot Pudjo dan banyak lagi lainnya yang tidak sempat ditulis.

Bahkan kehidupan selama di Cipinang Ongen justru bisa menghabiskan waktunya dengan mempelajari UU KUHP dan KUHAP.

“Banyak ilmu baru yg sy dpt selama dalam tahanan…..terutama ilmu soal hukum….sy khatam (selesai) soal KUHP dan KUHAP…..ada yg mau ngetes.? 😊😊” tantang Ongen bercanda.

Beberapa waktu lalu, ada yang sempat menyinggung soal status Ongen di akun barunya @Ongen_Corleone, ” The Leader was Born from JAIL” (Pemimpin lahir dari Penjara)

Salah satu akun milik pendukung Jokowi dan juga pendukung Ahok, menyinggung jika pemimpin yang lahir dari penjara menulis buku, dan Ongen menulis apa ?

Oleh Ongen dijawab jika dirinya selama di penjara, mendapatkan ide dan mulai membuat bagan dan detail untuk membuat Drone versi kapal laut.

Ongen memang selama ini dikenal sebagai salah satu pembuat pesawat tanpa awak atau biasa disebut Drone, bahkan Drone milik Ongen sudah dipesan oleh Kementerian Pertahanan dan Keamanan, yang akan bertugas untuk menjaga batas negara Indonesia.

(Jall)

loading...