PB, Jakarta – Banjir yang terjadi di kawasan Perumahan Pantai Mutiara Jakarta Utara, rupanya akibat dari pasangnya air laut hingga mengakibatkan tanggul penahan air laut jebol dan mengakibatkan banjir langsung meluap masuk hingga menutupi bagian lantai satu rumah mewah yang tersebar di lokasi perumahan.

Sementara Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang juga tinggal disekitar wilayah tersebut, malah bersyukur karena rumahnya tidka terkena banjir, namun Ahok sendiri tidak terlihat di sekitar lokasi banjir ataupun ditempat aman untuk melihat langsung, kejadian dan para pemilik rumah yang terpaksa harus mengungsi dari rumah mereka.

Sebelumnya beredar kabar di berbagai sosial media jika pada hari Kamis (2/6) Ahok sudah membawa keluarganya untuk pindah dari rumah mereka di Pantai Mutiara, hingga akhirnya, ketika banjir terjadi pada jumat (3/6) sekitar pukul 20.30 wib, sebagian warga curiga jika Ahok sudah memiliki informasi terkait banjir dari pihak Badan Metereologi dan Geofisika DKI Jakarta.

“Bisa saja demikian,. semua laporan mengenai itu, sudah dipastikan diterima oleh Ahok dari instansi terkait, dan Ahok sudah mengungsikan kelurganya terlebih dahulu,” ujar Yakub A. Arupalakka, petinggi Partai Priboemi dan juga salah satu Pembina Laskar Bugis Makassar dan juga Ketua Umum Laskar Priboemi, bahkan lucunya menurut Yakub, Ahok tidak diketahui dimana ketika memberikan keterangan, soal rumahnya aman dari banjir.

Sebagai pemimpin Ahok ternyata hanya memikirkan dirinya sendiri, jika laporan perkiraan cuaca ekstrim tersebut akan sampai di Perumahan, namun Ahok justru tidak mau membagi informasi kepada warga lainnya.

“Coba saja lihat ketika dia malah bangga mengatakan jika rumahnya aman saja, sementara dia sendiri tidak terlihat batang hidungnya untuk membantu para warga yang mengungsi, karena memang sudah sifatnya yang hanya mementingkan dirinya sendiri,” ujar Bastian P. Simanjuntak, Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (Geprindo).

Bahkan Bastian curiga jika naiknya air laut ini, dikarenakan salah satu penyebabnya adalah penimbunan wilayah lautan di depan perumahan dan wilayah Luar Batang, hingga mengakibatkan banjir kali ini sangat parah hingga mobil-mobil milik warga terendam hingga bagian atap.

“Saya malah curiga kalau Ahok sengaja mendiamkan, karena dia memperkirakan jika banir itu tidak masuk ke Perumahan, namun masuk menghantam rumah warga khususnya bagian yang akan digusur, namun Allah berkehendak lain rupanya, justru mereka yang terkena parah,” ujar Yakub bersyukur.

Banjir sampai berita ini diturunkan masih berlangsung, 120 lebih rumah terendam banjir, yang mencapai hingga satu meter lebih, dan membuat mobil-mobil yang sedang aprkir mogok total tidak bisa berjalan, sementara sebagian pemilik rumah memilih bertahan untuk menjaga rumah mereka dan yang lainnya mengungsi ke kerabat mereka yang lebih aman.

(jall)

 

loading...