PB PURWOREJO – Ahmad Abdul Khodir (27) warga Desa Gowong,  Kecamatan Bruno harus dirawat di RSUD karena babak belur dihajar warga saat kepergok mencuri kelapa.

Bermula saat Jumat (03/06) sore tsk mengendap-endap memasuki kebon kelapa milik Supar (55) dan Matori (70) warga Dusun Tanggul Angin,  Desa Wonosuko, Kecamatan Kemiri.

Penuh percaya diri tsk langsung memanjat pohon kelapa dan mengambil buahnya menggunakan sabit. Namun aksi tsk diketahui oleh Suryadi dan Tukul yang kebetulan melintas di sekitar kebon kelapa.

Keduanya kemudian memberitahu pemilik kebon kelapa dan sejumlah warga. Dalam waktu singkat warga langsung mengepung pohon kelapa yang dipanjat tsk.

Melihat dirinya sudah dikepung warga, tsk berusaha melawan dengan sabit yang dipegangnya. Hal itu membuat warga marah dan berusaha menghajar tsk. Warga bahkan membunyikan ketongan sehingga warga semakin banyak berdatangan.

IMG-20160605-WA0031“Melihat situasi tidak menguntungkan tsk kabur kearah sungai Bedono masuk wilayah Kecamatan Kemiri. Warga yang marah kemudian membakar sepeda motor tsk,” kata Kapolsek Bruno, AKP Mahmoyo.

Warga yang masih marah kemudian berusaha memburu tsk. Sekitar pukul 20.30 WIB salah seorang warga melihat pria dengan gerak gerik mencurigakan di dekat sungai daerah Peniron.

Warga kemudian menangkap pria itu dan menyerahkan ke Tukul. Sejumlah warga dan Tukul langsung mengenali pria itu adalah tsk pencurian kelapa. Tanpa komando warga langsung menghajar tdk hingga babak belur dan tak sadarkan diri.

Beruntung aksi main hakim sendiri warga berhasil dicegah oleh Kapolsek Bruno dan anggotanya yang mendatangi lokasi setelah mendapat laporan warga.

Petugas kudian mengevakusi tsk dan membawa ke RSUD untuk mendapat perawatan. “Hingga hari ini, Sabtu (04/06)  tsk masih menjalani perawatan dan belum bisa dimintai keterangan,” jelas Kapolsek.

Sementara Kapolsek Kemiri, AKP Karnoto saat dikonfirmasi membenarkan adanya pencurian kelapa. “Memang benar ada dan korban sudah melaporkan ke Polsek Kemiri,” kata AKP Karnoto. (W5).

loading...