PB, Jakarta- Ekspedisi NKRI Koridor Papua Barat 2016 yang ke -6 secara resmi ditutup, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Mulyono di Mako Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Jumat, (3/6)

Pada kegiatan tersebut melibatkan  seluruh komponen Bangsa, baik dari TNI/Polri, Akademisi, LSM, kementian/lembaga, Mahasiswa dari 54 Universitas Indonesia dan masyarakat yang berasal dari pusat maupun daerah dimana ekspedisi diselenggarakan.Dengan Mengusung tema “ Peduli dan Lestariakn Alam Indonesia”.

DSCN0191Dalam kegiatan itu melibatkan 1.193 orang peserta dari pusat maupun daerah.yang berlangsung selama 4 (empat) bulan mulai tanggal 1 Februari sampai 31 mei 2016.pada 8 (Delapan) titik di wilayah Papua.

Diantaranya, yakni Subkorwil 1 Tambrauw (Kabupaten Tambrauw), Subkorwil 2 Sorong (Kabupaten Sorong dan Kabupaten Raja Ampat), Subkorwil 3 Sorong Selatan (Kabupaten Sorong Selatan dan Kabupaten Maybrat), Subkorwil 4 Manokwari Selatan (Kabupaten Manokwari Selatan dan Kabupaten Pegunungan Arfak), Subkorwil 5 Bintuni (Kabupaten Teluk Bintuni), Subkorwil 6 Wondama (Kabupaten Teluk Wondama), Subkorwil 7 Fakfak (Kabupaten Fakfak), Subkorwil 8 Kaimana (Kabupaten Kaimana).

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono, pada saat memberikan sambutanya  mengungkapkan, ekspedisi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) akan terus dilakukan pada tahun depan mengingat pemerintah masih membutuhkan data temuan untuk diteliti.

DSCN0169“Pemerintah memandang ekspedisi NKRI masih dianggap perlu, sehingga pada 2017 ekspedisi NKRI akan dilakukan kembali, yakni Ekspedisi NKRI Koridor Papua Selatan, yang mencakup Merauke,” kata Kasad pada acara Penutupan Ekspedisi NKRI Koridor Papua Barat.

Kasad menjelaskan, Ekspedisi NKRI Ke-6 yang dilakukan di Papua Barat, berjalan dengan aman, lancar dan sukses, sehingga diharapkan hasil-hasil temuan dapat dimanfaatkan oleh akademisi, mahasiswa, prajurit, pemerintah daerah, pemerintah pusat dan kementerian/lembaga terkait.

“Terima kasih kepada semua penyelenggara, penggagas ekspedisi dan lainnya yang telah membantu pelaksanaan ekspidisi NKRI di Papua Barat sehingga berjalan dengan sukses,” kata Kasad Jenderal TNI Mulyono.

Dari hasil kegiatan Ekspedisi NKRI Koridor Papua Barat 2016, di jelaskan kasad, seperti  penjelajahan mencapai target jarak yang ditentukan yaitu 2.724 kilometer dengan mendapatkan 386 data temuan, flora fauna sebanyak 3.611 spesies (flora 1.582 spesies dan fauna 2.029 spesies), kehutanan 811 titik daerah yang mengalami kerusakan dan melaksanakan reboisasi/penanaman pohon sebanyak 4.580 pohon.

Selain itu, geologi 783 data temuan, potensi bencana 457 titik, sosial budaya 2.535 data temuan, dan pengabdian masyarakat dapat dilaksanakan 1.814 kegiatan terdlri dari kegiatan dengan sasaran fisik sebanyak 653 kegiatan dan kegiatan dengan sasaran non fisik sebanyak 1.161 kegiatan.

“Hasil pendataan dan kegiatan ekspedisi itu dilaporkan kepada Pemda dan pemerintah pusat guna dijadikan sebagai sumbang saran dalam perencanaan kegiatan ataupun penentuan kebijakan arah pengembangan pembangunan daerah dan nasional. Hasil tersebut juga akan dituangkan dalam suatu bentuk tulisan buku popular yang tentunya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara luas, baik untuk kepentingan penelitian lanjutan maupun referensi pustaka. Saya berharap hasil temuan yang dibukukan nantinya tidak hanya sekedar disimpan di lemari, tapi bisa dimanfaatkan oleh pemerintah, akademisi dan lainya,” jelasnya

Kegiatan ekspedisi di Papua Barat melibatkan 1.193 orang peserta dari pusat maupun daerah. Tahun 2016 lni Kopassus menggandeng Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Rl, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LlPl), Kementerian/Lembaga terkait, Pemerintah Provinsi Papua Barat, Rektor dan Kepala Perguruan Tinggi, Tenaga Ahli dan seluruh pihak yang mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan Ekspedisi NKRl Koridor Papua Barat 2016.

DSCN0180Kasad  menambahkan, ekspedisi NKRI Koridor Papua Barat 2016 bertujuan untuk meningkatkan potensi pertahanan nasional, meningkatkan wawasan kebangsaan dan bela negara, meningkatkan pelayanan kesehatan dan bakti sosial, mendata dan meneliti potensi sumber daya alam, memperkokoh persatuan dan kesatuan nasional, memberikan teladan kepada masyarakat untuk menjaga kelestarian alam, mengembangkan potensi wlayah yang belum maksimal.

Selain itu, membangun infrastruktur di pedalaman/daerah terpencil dan terisolir, mendukung program Nawacita Preslden Rl Joko Wldodo dan merealisaslkan program Revolusi Mental dalam bentuk kegiatan penjelajahan, penelitian dan pengabdian masyarakat nyata. @Kamal

 

 

loading...