PB, Kendari : Koordinator Kelompok Kerja (Pokja) Pelayanan Masyarakat (Yanmas) dan Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) BKSDA Sultra  Prihanto menegaskan tidak ada penjualan atas pulau yang berada di Gugusan Kepulauan Labengki Teluk Lasolo. “Informasi itu tidak benar, kalau ada transaksi penjualan pulau di sana” ujar Prihanto kepada pembawaberita.com belum lama ini di ruang kerjanya.

Lanjut Prihanto BKSDA Sulawesi Tenggara mengelola Kawasan seluas 81.800 Ha tersebut berdasarkan SK menteri Kehutanan dan Perkebunan nomor 451/KPK-ll/99 yang ditandatangani oleh Dr.Ir. Muslimin Nasution. ” Taman Wisata Alam Teluk Lasolo itu luasnya 81.800 Ha yang terdiri dari beberapa Pulau termasuk Pulau Labengki, Pulau Bahulu dan pulau lainnya” ujar Prihanto lagi.

bksda sultra
Prihanto membenarkan pihaknya saat ini menggandeng pihak ketiga untuk mengembangkan  kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Teluk Lasolo tersebut. Menurutnya pelibatan pihak ketiga untuk mengembangkan KWA tersebut juga sesuai dengan Peraturan Menteri Kehutanan No : P-85/Menhut-II/2014 tentang tata cara kerja sama penyelenggaraan Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam yang membenarkan keterlibatan pihak ketiga. “Semua ada payung hukumnya untuk melakukan kegiatan itu” jelas Prihanto.

Mantan Kepala Seksi Penyidikan BKSDA Sultra ini juga menambahkan pihak ketiga yang dilibatkan oleh pihaknya adalah Pengusaha Lokal sebagai upaya pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan konservasi tersebut. (Enel-Sultra)

loading...