PB, Jakarta – Partai Priboemi menjadi vakum selama beberapa saat, dan tampuk kepemimpinan diserahkan sementara kepada salah satu Wakil Ketua Umum, Febryan Adhitya selaku Plt, selama Muhardi sibuk dengan beberapa keperluan di tanah kelahirannya Sulawesi Selatan.

Namun Muhardi sendiri masih menjadi Ketua Umum Partai Priboemi walaupun tidak menjalankan tugas-tugasnya selaku Ketua Umum, akibat kesibukan yang memang tidak bisa ditinggalkan, dan pelaksanaan tugas sementara di bebankan kepada Febryan.

Sementara Sekretaris Jenderal Partai Priboemi, Heikal Safar mengatakan perubahan ini demi kelangsungan partai, karena Heikal sendiri dalam beberapa kali pertemuan dengan Ketua Pembina Partai Priboemi, Djoko Santoso, yang menyarankan agar tampuk pimpinan harus segera dijalankan, agar partai tetap bisa berjalan normal.

Febryan Adhitya sendiri dalam susunan Partai Priboemi, selama ini juga masuk dalam susunan DPP dengan menjabat sebagai salah satu Wakil Ketua Umum.

“Saya tidak bisa mengatakan apapun, namun kepercayaan dari rekan-rekan di partai saya akan membalas kepercayaan itu dengan bekerja, dan bukan berbicara (saja),” ujar Febryan yang diwawancarai dalam kegiatan buka puasa bersama.

Febryan sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu Ketua Karyawan Film dan Televisi Indonesia, dalam melaksanakan tugasnya, Febryan banyak memberikan bantuan langsung kepada masyarakat, khususnya di daerah.

“Memang beberapa kegiatan pemberian bantuan, seperti di Jambi, Sulawesi Tengah, Madura dan beberapa daerah lainnya, mereka mengenal dari KFT, namun saya juga rupanya dikenal sebagai salah satu petinggi Partai Priboemi,” ujar Febryan.

Kepercayaan kepada Febryan rupanya tidak sia-sia, usai pertemuan dengan Muhardi sekaligus untuk menandatangani Surat Keputusan peralihan dari ketua lama kepada Ketua Umum yang baru, Febryan telah menyiapkan beberapa rencana untuk pengembangan Partai Priboemi kedepan.

“Saya sudah memiliki beberapa program untuk mengenalkan Partai Priboemi kedepan, nanti saya jabarkan dalam rapat bersama dengan pengurus baru,” ujar Febryan yang berjanji akan melakukan jumpa pers terkait dengan program tersebut.

Salah satu program yang akan dilakukan adalah peningkatan dunia perfileman Indonesia khususnya di daerah, karena dalam perjalanan ke beberapa daerah, ternyata masyarakat sangat antusias untuk menonton khususnya film buatan anak Indonesia.

“Dulu untuk wilayah Manado saja ada sekitar 4-5 bioskop, dan di Ternate juga ada 2 Bioskop, sekarang semuanya sudah hilang, ini yang akan kami kembalikan, demi film Indonesia lebih baik,” ujar Febryan, namun bukan hanya itu, pengembangan dalam bidang Kebudayaan, Sosial dan ekonomi kerakyatan khususnya bagi masyarakat bawah harus di kembalikan menjadi tuan rumah lagi.

“Partai Priboemi dengan semboyan, Menjadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri, harus benar-benar terbukti, dan kita harus bekerja dengan lebih keras lagi,” ujar Febryan.

Febryan yang kebetulan bersama dengan Sekjen Heikal Safar, juga tidak lupa mengucapkan selamat memasuki bulan suci ramadhan, kepada seluruh umat muslim di Indonesia.

(Jall)

loading...