PB, Kendari ; Teka Teki kematian Abdul Jalil (25) pegawai honorer BNNP Sultra terus berlanjut. Hingga saat ini pihak keluarga jalil masih bertanya tanya penyebab kematian anak ke empat dari 5 bersaudara tersebut yang sebelumnya dibawa oleh tim buru sergap Polresta Kendari Selasa dini hari (7/06/2016).

Rahmatia ibu korban mengaku tidak percaya dengan apa yang telah polisi katakan kepada dirinya yang mengatakan bahwa anaknya meninggal karena mengidap penyakit sesak nafas dan ginjal.

“Polisi bilang anak saya meninggal karena ginjal dan sesak nafas, sedangkan waktu saya ke bhayangkara, pihak rumah sakit bilang anak saya mengalami pendarahan, itu tidak masuk akal karena yang ditembak di betis bukan di jantungnya, saya yakin anak saya dibunuh” ujarnya saat ditemui dikediamannya di tobimeita kec abeli Sulawesi Tenggara

Rahmatia juga mengatakan setelah jalil dijemput di kediamannya, diduga jalil dibawa kehutan sebelum akhirnya dibawa ke polres dengan kondisi kritis

“Pihak keluarga saya bertemu dengan Ambang dipolresta kemarin, ia mengaku bahwa jalil sebelum dibawa ke polres, jalil dan dirinya (Ambang) dibawa ke hutan, dan disana mereka dihabisi” katanya. (Nomilia)

loading...