PB Purworejo-Satreskrim Polres Purworejo berhasil meringkus 2 dari 4 orang tersangka yang melakukan bisnis dengan modus penarikan rejeki menggunakan mahluk gaib bernama batara karang atau lebih lazim disebut jenglot, mereka adalah AH(58) alias Kaji Ahmad,dan MT dan dua orang masih buron, sedangkan korban adalah Chalid Musta’ in warga desa Kaliangkrik, kecamatan Salaman, kabjpaten Magelang.

Dijelaskan Kapolres Purworejo AKBP Th. Arsida Septiana SH, melalui kasatreskrim AKP Chalid Mawardi SH, bahwa korban pada saat itu sedang kesulitan ekonomi, mendapat tawaran dari salah satu tersangka AS untuk menghubungi AH warga Kutoarjo sipemilik jenglot yang dapat menarik rejeki hingga milyaran rupiah, dengan informasi tersebut, korban dan tersangka AS berangkat menuju rumah AH dengan maksud mencari keberuntungan dengan ritual batara karang tepatnya pada 4/4/2016.

Dalam kesepakatan korban menyanggupi, menyiapkan dana senilai Rp1 milyard, disisi lain AS meminta uang kepada korban sebanyak Rp 6 juta sebagai imbalan, mengantar korban.

Dalam negoisasi korban telah menyetujui dengan persyaratan yang diberikan AS untuk memberikan Rp30 juta guna menyediakan darah  “O” sebanyak 3ampal @ Rp10 juta. dijelaskan tersangka, bahwa ia telah dapat bisikan gaib dari jenglot miliknya, tentang kesanggupannya untuk melakukan hanya satu kali ritual dengan nominal maksimal Rp1milyard, kata AS kepada awak media Jum’at 10/6/2016 dimapolres Purworejo.

Selanjutnya tersangka memberikan persyaratan, agar korban menyiapkan sepasang ayam tolak telon, jika tidak sanggup bisa ditukar dengan uang sebanyak Rp35 juta untuk dibelikan pesananya yang telah disiapkan oleh tersangka MT warga Kebumen yang sampai saat ini masih buron,namun tersangka hanya sanggup membayar Rp 30juta,dan sisanya akan dibayarkan setelah ritual penarikan rejeki oleh batara karang berhasil, jelas AS.

Setelah semua persyaratan lengkap, tersangka dan korban berangkat menuju pantai di Cilacap, dengan tujuan melakukan ritual , larung ayam tolak telon jantan, sedangkan ayam betina dibawa pulang, saat ritual dilakukan untuk meyakinkan korban diperlihatkan oleh  tersangka AS sebuah tumpukan uang pecahan seratus ribuan,  namun dengan alasan ritual belum selesai maka uang belum bisa diambil.

Lagi-lagi sial bagi korban, pasalnya ayam tolak telon yang dibawa pulang korban mati, maka untuk mengganti nya, ia harus merogoh koceknya Rp 34juta, uang tersebut akan digunakan untuk membeli ayam tolaktelon betina seharga Rp22juta, dan membeli dupa sehargaRp12juta, merasa curiga dengan perlakuan tersangka yang membebankan hingga ratusan juta rupiah, akhirnya korban melaporkan kasus tersebut ke polres Purworejo pada 16/5/2016, dengan tanpa membuang waktu satreskrim polres Purworejo berhasil meringkus 2 tersangka dan menjebloskanya ke sel tahanan polres ,dengan tuduhan penipuan, keduanya dijerat dengan pasal 378 KUHP  dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.(kun)

loading...