PB-PN Jakarta Selatan Senin 13/06 Mengelar sidang Gugatan Perdata Atas Tanah Seluas 8640 M2 yang terletak di Bulok Lontar Ciganjur Poncol Jl. Aseli RT.011 Rw.001 kelurahan Cipedak Kecamatan Jagakarsa yang sebelum perubahan wilayah masih kelurahan Ciganjur Kecamatan Pasar Minggu Jakarta Selatan dengan Bukti SHM No.22  Nurlaela istri dari Feizal Husni (alm) beserta Ahli warisnya yang diwakili oleh Kuasa Hukumnya Jamalludin SH, MH menggugat Ahli waris Soetikno Laksamana (alm), dr. H Hadimn SH, MBA, Kepala Kantor Pertanahan Jakarta Selatan, Kepala Dinas Tata Air Pem Prov DKI Jakarta, Notaris Kiki Hertanto, SH PPAT selaku Penganti PPAT Drs. Anwar Makarim, Notaris Sumardilah Oriana Rossdilan SH, Notaris Suzy Anggraini Muharam SH Mkn dan Kepala Kelurahan Cipendak.

20160613_111443-1Pada saat rekan-rekan media menayakan ke Jamalludin Selaku kuasa hukum pengugat mengakatan bahwa Feizal Husni SH (alm) selaku pemilik tanah dengan SHM no.22 telah mengalami Kehilangan SHMnya pada tahun 1973 dan telah dilaporkan kepada BPN dan BPN telah mengeluarkan Berita Negara tentang Sertifikat Hilang No.15/IK/73 tertanggal 14 April 1973. Kemudian Feizal Husni Meninggal dunia tada tanggal 7 Agustus 1989.

20160613_111316-1Tak lama kemudian muncul orang yang bernama Soetikno Laksamana mengakui bahwa tanah tersebut miliknya derdasarkan Akta Jual Beli (AJB) no. 81/pasarminggu/1989 tanggal 7 agustus 1989 yang dibuat oleh Kantor Notaris PPAT Drs. Anwar Makarim, padahal Alm Feisal Husni tidak pernah menjual tanah tersebut kepada siapapun apalagi ke pada soetikno Laksamana. Kemudian pada tahun 2004 nurlaela istri dari almarhum Feisal Husni melaporkan ke Polda Metro Jaya atas adanya dugaan tindak pidana pemalsuan yang dilakukan oleh Soetikno Laksamana, pada tahun 2005 SOETIKNO LAKSAMANA TELAH DITETAPKAN MENJADI  TERSANGKA, serta hasil dari pemeriksaan Laborlatoris Kiminal No.5223/2005 tanggal 7 agustus 2005 terhadap tanda tangan Feisal husni (alm) yang ada dalam Akta Jual Beli (AJB) no 81/pasarminggu/1989 tanggal 7 agustus 1989 disimpulkan tandatangan tersebutNON IDENTIK atau merupakan tanda tangan yang berbeda. Tetapi penyidikan tersebut telah dihentikan karena tersangka meninggal dunia jadi Gugur demi hukum.

20160613_111359-1Sebelum meninggalnya tersangka Soetikno Lasamana pihak BPN telah menerbitkan SHM no.22  atas nama Soetikno Laksamana yang selanjutnya dijual tanah tersebut kepada dr H Hadiman SH MBA yang mengaku Ketua INKOPOL pada saat itu sesuai dengan akta jual beli no.235/PS.MINGGU/1994 tertanggal 27 Mei 1994. Dan kemudian telah dibalik nama menjadi SHM NO 22 berubah menjadi SHM NO 3807 atas nama DR H Hadiman, kemudian oleh Dr Hadiman tanah tersebut dijual kembali kepada Dinas Tata Air Pemprov DKI Jakarta sebesar Rp.18.300.000.000.00,- delapan belas milyar tigaratus juta rupiah yang bertransaksi dimalam hari pada hari minggu “ tegas  jamalludin .

Sidang ditunda minggu depan tanggal 19/06 karena tidak hadirnya para tergugat tambah jamalludin kepada rekan-rekan media(MONTY)

loading...