PB, Jakarta – Kabar yang selalu beredar jika para kelompok penyerang yang khusus untuk melakukan serangan balik kepada akun-akun yang tidak menyukai kiprah Presiden, Joko Widodo alias Jokowi dan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok adalah kelompok bayaran ternyata memang benar adanya.

Salah satu akun pendukung Ahok dan Jokowi, biasa disebut cebong, yang sangat rajin melakukan serangan kepada para pembenci Jokowi dan Ahok, adalah akun dari sosial media, Facebook atas nama Rudi Rose, yang memasang foto Rhoma Irama ketika masih memiliki rambut gondrong sebahu, sekitar tahun 1970-an.

Rudi memang sangat rajin memposting tulisan yang menyerang langsung kepada akun pembenci kinerja Jokowi dan Ahok, bahkan terkadang juga menyerang langsung kepada Prabowo, rival Jokowi di capres lalu, atau kepada Yusril Ihza Mahendra yang dianggap sebagai saingan berat Ahok, karena elektabilitasnya memang naik menanjak dan sudah melewati Ahok.

Namun kali ini Rudi Rose rupanya sudah mulai mengeluh akibat kesulitan untuk mengupload gambar ataupun postingan, dikarenakan pemasukan dana untuk membeli pulsa paket internet dari donatur mulai seret.

IMG_20160612_223257“Payah ko makin seret duitnya…..mana pulsa gak.ada quota abis….tapi tiap hari di uber uber mulu suruh nyerang para kampret gmna mau nyerang kl kayak gini,,,,,kita kan cuma tentara ada suruh nyerang ya nyerang, suruh mundur ya mundur,” tulis Rudi Rose asal Purworejo Jawa Tengah.

Bastian P. Simanjuntak, Presiden Gerakan Pribumi Indonesia, tidak kaget dengan postingan Rudi soal seretnya dana pulsa untuk menyerang secara membabi buta kepada buzzer penentang Ahok-Jokowi.

“Mereka sudah dibayar sejak munculnya jasmev, soal seretnya dana, ketika para cukong dan pengusaha pendonor Ahok sudah mulai menarik diri, akibat sombong dan angkuhnya Ahok dalam melakukan tindakan, tanpa konsultasi dengan tim pendonornya,” ujar Bastian.

Munculnya Jaya Suprana, Lieus Sungkharisma, dan beberapa warga Indonesia dari etnis tionghoa, di berbagai kegiatan sosial di lapangan dan jejaringan sosial media, yang membela langsung dan mengkritik Ahok, dan diterima berbagai ormas yang sering dekat dan hadir di sisi para warga kecil, yang menjadi korban gusuran, akibatnya para tokoh warga etnis Tionghoa lainnya juga mulai berbelok dan meninggalkan Ahok.

“Saya masih ingat postingan Zeng Wei Jian, soal dukungan dari keluarga besar PT. Djarum yang mengatakan jika mereka tidak (lagi) membantu Ahok,” ujar Bastian.

Apalagi pihak Agung Podomoro Land sudah tidak mau lagi memberikan “Jatah Preman” buat Ahok, yang mengakibatkan secara tidak langsung dana pulsa buat akun seperti milik Rudi Rose terhambat, ” atau bahkan dihentikan sama sekali.” Pungkas Bastian.

(Jall)

loading...