PB, Jakarta- Jajaran Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) mengadakan buka bersama di hari kedelapan di bulan Ramadhan 1437 Hijriyah, di Dermaga Kolinlamil, Senin (13/6). Buka puasa bersama yang dihadiri Panglima Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos. ini, mengundang penceramah K.H. Nurshofa Thahir, S.E. dari Islamic Center Jakarta Utara.

Pangkolinlamil dalam sambutannya mengawali acara buka puasa bersama mengatakan, dengan diadakannya acara ini dimaksudkan sebagai media silaturahmi, juga yang diharapkan akan meningkatkan keimanan dan ketakwaan prajurit jajaran Kolinlamil dan memberikan keberkahan, mengingat bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan rahmat dan maghfiroh.

Disampaikan pula, hendaknya di bulan ramadan ini kita semua kembali kepada jalan yang diridhoi Allah SWT. “Dihari kedelapan bulan ramadhan ini, hendaknya kita dapat kembali ke track yang sudah digariskan Agama. Ibarat handphone yang lowbat, dicas kembali,” ujar Pangkolinlamil menghimbau.

buka3Pangkolinlamil juga mengatakan bahwa dibulan ramadhan ini tentu tidak semua dapat menikmati bulan suci yang penuh rahmat dan ampunan, dengan kondisi masing-masing individu yang berbeda-beda sehingga bagi yang mampu melaksanakan merupakan sebuah kesempatan yang harus dapat dimanfaatkan.

Ditempat yang sama penceramah yaitu K.H. Nurshofa Thahir, S.E. dalam tausyiahnya menjelaskan, bulan Ramadhan adalah bulan penuh kebaikan. Oleh karena itu pada bulan Ramadhan ini merupakan waktu yang tepat untuk berbuat kebaikan serta banyak beramal saleh.

“Apabila besok datang hari kiamat, ditangan ada biji kurma, tanamlah, maka akan mendapat pahala dari Allah. Soal berbuah atau tidak, itu sudah menjadi rahasia Allah. Pesan moralnya berbuatlah kebaikan meskipun besok akan kiamat,” kata penceramah menyampaikan hadis Nabi.

Diceritakan ulama alumni Pondok Pesantren Gontor itu tentang kisah raja yang berkeliling negerinya dan bertemu dengan seorang petani tua yang masih rajin bertanam. Raja yang terkejut dengan seorang petani tua yang masih semangat dalam bertani, raja bertanya kepada petani tersebut tentang yang ditanamnya bila tidak berbuah namun jawaban petani tersebut sangat bijaksana.

“Apa yang saya tanam hari ini, meskipun nanti saya tidak menikmatinya pasti ada orang lain yang akan menikmatinya dan memanfaatkannya,” tandasnya menjelaskan cerita raja dan petani.

Kebaikan atau perbuatan yang kita perbuat, lanjut K.H. Nurshofa Thahir, S.E. kadang tidak langsung menjadi manfaat bagi kita, namun dikemudian hari akan memiliki dampak yang luar biasa bagi kita. “Intinya, kita harus dapat memanfaatkan waktu kita walau sedikit dengan berbuat sesuatu yang baik bagi orang lain,” terangnya.

“Waktu bagaikan pedang, yang apabila kita tidak memanfaatkannya dengan baik, maka kita akan tertebas oleh pedang itu,”menurutnya.

Diakhir ceramahnya, sebelum waktu buka tiba, Kyai yang kental logat betawinya ini menghimbau kepada jajaran Kolinlamil yang menghadiri acara tersebut, untuk mengingat tiga perkara yang merupakan diantara ajaran islam yang sangat bermanfaat yaitu berbakti kepada orang tua, menghindari maksiat dan menjaga amanah Allah dengan sebaik-baiknya.

“Dengan kita berbakti buat orang tua, jauhi maksiat dan amanah dengan apa yang didapat pada diri kita, Insya Allah hidup kita selamat dan lancar sesuai tuntunan agama,” tegasnya mengakhiri ceramah.

Pada kesempatan tersebut pula, Pangkolinlamil Laksda TNI Aan Kurnia, S.Sos. bersama dengan Ny. Aan Kurnia memberikan tali asih berupa santunan kepada 25 anak yatim piatu dari asuhan yayasan Islamic Center Jakarta Utara.

Kegiatan buka puasa puasa yang berlangsung dengan sederhana, namun penuh dengan suasana hidmat dan kekeluargaan ini, juga dihadiri para Asisten Pangkolinlamil, Kadis/Kasatker, Komandan Satlinlamil Jakarta dan para Komandan Unsur KRI jajaran Satlinlamil Jakarta.

(Kamal/Dispen Kolinlamil)

 

 

 

 

loading...