PB, Jakarta – Kompolnas selain mengajukan nama Kepala BNPT, Komjen Polisi Tito Karnavian, juga mengajukan nama Komjen Pol Budi Gunawan, Komjen Pol Budi Waseso dan Komjen Pol. Dwi Prayitno, sebagai opsi kedua.

Opsi pertama adalah mengajukan perpanjangan jabatan kepada Kapolri Badroidin Haiti, sementara masuknya Tito sebagai opsi ketiga bersama-sama dengan para kelompok jendetal bintang tiga lainnya.

Tito diajukan karena dianggap cukup memadai dalam hal prestasi, selama menjalani karirnya sebagai polisi, mulai dari kasus Bulog Gate hingga menjadi kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme.

Heikal Safar melalui ormas Heikal Center, dikenal cukup dekat dengan beberapa petinggi Polri, ikut memberikan apresiasi terhadap Komjen Pol Tito Karnavian sebagai satu-satunya calon Kapolri yang disodorkan kepada DPR RI oleh Presiden Jokowi.

“Soal pengalaman kerja lapangan, Pak Tito cukup bagus, walaupun Komjen Polisi lainnya juga tidak kalah bagusnya dalam hal karir mereka ketika menjadi polisi,” ujar Heikal Safar yang selama ini memang dikenal cukup dekat dengan kalangan pihak Kepolisian.

“Namun pemilihan nama kapolri hak preogratif seorang presiden, kita tidak bisa ikut mengganggu, kami ucapkan selamat kepada pak Tito sebagai calon tunggal Kapolri,” ujar Heikal Safar yang diwawancarai.

Sementara itu Ketua DPR RI, Ade Komarudin mengakui jika nama Komjen Polisi Tito Karnavian diajukan oleh Presiden sebagai calon tunggal Kapolri menggantikan Jenderal Badroidin Haiti, suratnya diterima pagi tadi.

(Monty)

loading...