PB, Jakarta – Terpilihnya nama Komjen Polisi Tito Karnavian, sebagai calon tunggal Kapolri oleh Presiden Joko Widodo cukup mengagetkan pihak lainnya, terutama beberapa ormas, partai politik dan LSM.

Tito memang dikenal memiliki beberapa track record selama menjadi perwira menengah, banyak melakukan tindakan berani dalam penanganan beberapa kasus, terutama ketika menangani kasus Bulog Gate, termasuk memimpin tim kobra ketika menangkap Tommy Soeharto dalam kasus pembunuhan Hakim Agung Syafiudin Kartasasmita tahun 2001 lalu.

Lompatan kepangkatan jenderal lulusan Akpol tahun 1987 ini dianggap wajar ketika banyak mengungkap kasus terkait dengan terorisme, termasuk penyergapan tokoh teroris Indonesia Dr, Azahari di Batu, Malang, Jawa Timur.

Selama menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya, Drs, M Tito Karnavian ini, dianggap memiliki kedekatan dengan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terutama membantu Ahok dalam penggusuran wilayah Kalijodo.

Namun Heikal Safar dari Heikal Center justru melihatnya dari sisi berbeda, terkait dengan sepak terjang Tito selama menjabat hingga meninggalkan angkatannya melaju mendapatkan pangkat Komjen.

“Beliau memiliki keseimbangan dalam melakukan komunikasi dengan siapa saja, dan ini adalah salah satu kelebihan beliau selama bertugas,” ujar Heikal Safar yang sedikit banyak memiliki kedekatan dengan para senior Tito.

Menurutnya terpilihnya Tito, terlepas dari pilihan Presiden Jokowi, perbaikan reformasi dalam tubuh Polri akan bisa dilaksanakan oleh Tito, “Banyaknya kejadian yang cukup mengganggu keberadaan bangsa ini, saya rasa akan bisa diselesaikan dengan baik oleh beliau,” ujar Heikal.

Sementara itu, ditengarai jika DPR RI sendiri saat menerima surat bernomor R-40/Pres/06/2016, terkait pencalonan Tito sebagai Kapolri akan disetujui dengan mulus.

“Saya sudah mengkoordinasikan dengan Komisi III untuk segera dilakukan fit and proper test,” ujar Ketua DPR RI, Ade Komarudin.

Heikal tidak menampik jika Tito akan mulus menjalani fit and propert test yang akan dilakukan oleh Komisi III mengingat Tito memiliki prospek bagus dalam bidang pendidikan

“Sejak di Akpol beliau adalah lulusan terbaik tahun 1987 dan juga terbaik dalam PTIK tahun 1996 lalu terbaik dalam Sespim di Lembang tahun 2000,” ujar Heikal.

Bahkan beberapa pendidikan di luar negeri juga sempat ditempuh oleh Jenderal yang memiliki 3 orang anak ini.  Lulus sebagai Master di Police Studies Exeter University, Inggris tahun 1993, Royal New Zealand Air Force Command and Staff College (Sekolah Komando), Auckland, Selandia Baru, tahun 1998, Bachelor Of Art di Strategic Studies Massey University Selandia Baru, tahun 1998, PhD Strategic di S Rajaratnam School of International Studies NTU, Singapura, tahun 2013.

“Saya yakin jika beliau kedepannya bisa membawa Kepolisian lebih baik lagi, polisi yang reformatif dan dinamis, walaupun saat ini beberapa Ormas, LSM dan juga partai yang masih menyangsikan kinerja beliau,” ujar Heikal yakin.

Bahkan Heikal sendiri banyak mendapatkan masukan terkait dengan penanganan para tersangka teroris yang berhasil ditangkap, justru oleh Tito diberikan pengarahan dan penyuluhan.

“Kebanyakan yang masih muda yang masih menjadi calon teroris, beliau sangat intens memberikan pengarahan dan penyuluhan terkait dengan keberadaan mereka yang akan direkrut menjadi teroris,” ujar Heikal yang mengaku perihal kinerja calon Kapolri selama menangani terorisme di Indonesia.

Komjen Polisi Drs, M. Tito Karnavian direncanakan akan menggantikan Jenderal Polisi Badroidin Haiti yang akan memasuki masa pensiun pada tanggal 1 Agustus 2016 mendatang.

(Monty)

loading...