PB, Jakarta – Pepatah yang mengatakan “Mulutmu Harimaumu” bermaksud berhati-hatilah dalam memberikan pernyataan ataupun bercakap, karena hal itu bisa menjadikan dirimu menjadi korban dari ucapanmu sendiri.

Demikian pula yang dialami oleh salah satu Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang yang terpaksa harus menghadapi panggilan polisi akibat dilaporkan oleh anggota HMI, Ade Irfan Pulungan S.H, Mulyadi, Muhammad Fauzi.

Laporan ini dibuat pada tanggal 9 Mei 2016 lalu, usai melakukan perbincangan di stasiun televisi TV One pada hari Kamis 5 Maret 2016 usai rakornas yang diselenggarakan oleh HMI sehari sebelumnya.

Dalam acara tersebut Saut menghina para kader HMI dengan mengatakan jika para kader HMI yang usai melakukan Latihan Kader I (LK I) HMI justru menjadi jahat dan korup ketika mereka menjadi pejabat negara.

IMG_20160616_114832Ucapan Saut ini akhirnya memantik amarah para mantan kader HMI yang juga termasuk didalamnya adalah Profesor Machfud MD mantan Ketua Mahkamah Konstitusi.

Saut sendiri menghadiri panggilan polisi sesuai surat panggilan yang ditujukan kepadanya. Namun Saut rupanya takut bertemu dengan wartawan, hingga akhirnya Saut berupaya dengan mengecoh wartawan masuk melalui pintu belakang dan tiba beberapa jam sebelumnya.

Saut akhirnya tidak bisa mengelak dari wartawan, usai diperiksa Saut hanya bisa mengatakan kepada wartawan, jika hasil pemeriksaan ditanyakan langsung kepada pihak penyidik polisi.

Saut menjawab sekitar 8 hingga 10 pertanyaan selama 3,5 jam, sebagai saksi, namun pihak polisi mengatakan jika pertanyaan masih seputar pertanyaan awal dan belum masuk ke pokok perkara.

(Jall)

loading...