PB, Bekasi- Kodim 0509/Kab. Bekasi lakukan pertemuan dengan Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan Dinas Pertanian Perkebunan dan Kelautan   untuk membahas upaya penambahan lahan pertanian dan penyerapan gabah petani Kab Bekasi.

Dandim 0509/Kab. Bekasi Letkol Czi zulhadrie S Mara mengatakan, pihaknya siap membantu dan mensukseskan program swasembada pangan nasional yang telah dicanangkan Presiden RI agar Indonesia tidak mengekspor beras dari luar negeri. Dengan melakukan koordinasi-koordinasi bagaimana langkah-langkah kedepan dalam percepatan masa tanam di kabupaten Bekasi yang merupakan salah satu Brigade Alsintan untuk pencapaian program Swasembada Pangan Nasional.

“Kami bertemu dengan BKP Kementan RI dan Pemda Kab Bekasi untuk merencanakan percepatan tanam pada bulan Juli untuk mensukseskan Program Swasembada Pangan nasional,” ungkapnya seusai pertemuan di Makodim 0509/Kab Bekasi, Selasa (14/6).

Dandim 0509/Kab. Bekasi akan terus menggandeng Bulog agar selalu turun ke petani untuk membeli hasil tanaman para petani.

“Kadang petani itu sudah ada ikatan sama tengkulak, karena awalnya di modalin tengkulak untuk biaya oprasional tanam hingga sampai besarnya, maka kami akan upayakan terus menerus menggandeng bulog untuk bisa turun ke bawah, agar harga tidak dipermainkan tengkulak,”jelasnya.

Kepala Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian RI, Banun Harpani mengutarakan pihaknya bersama Kodim 0509/kab. Bekasi dan Pemerintah Daerah Kab. Bekasi berupaya merancang atau merencanakan langkah-langkah atau strateginya bagaimana untuk percepatan tanam di Kabupaten Bekasi yang tadinya terkena dampak ellnino, karena sekarang lahan 59 ribu hektar yang seharusnya ditanam baru mendapatkan 37 persen sehingga masih ada waktu hingga bulan september untuk melakukan percepatan tanam 100 persen di Kab. Bekasi.

“Nanti hingga minggu ke 3 bulan Juli target bisa mencapai 60 persen, 20 persen di bulan Agustus dan sisinya di bulan September, ”paparnya.

Bekasi dan Pemda Kab Bekasi merancang strategi tanam hingga September juga melakukan alternatif terhadap lahan kering untuk bisa diolah dengan juga memberikan variates baru .”Kita akan coba mengolah 3000 Ha lahan kering di Utara dengan memberikan Variates baru,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Kelautan Abdul Karim menambahkan, pihaknya sebagai  pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi akan memback up dan ikut menyukseskan program Swasembada Pangan Nasional dengan mengalokasikan anggaran-anggaran sekitar 120 titik saluran irigasi untuk pertanian agar kendala di lapangan tentang kebocoran air, kelancaran air bisa teratasi.

(Kamal/Pendam Jaya)

 

loading...