PB, Jakarta – Memiliki akun twitter rupanya d8anggap sedikit membantu bagi para pengusaha untuk melakukan dialog dengan pihak terkait, terutama pemerintahan, termasuk kepala daerah setempat.

Namun tidak semuanya Kepala Daerah yang memiliki akun twitter mau menanggapi setiap pertanyaan ataupun keluhan yang disampaikan oleh siapapun, walaupun hanya sekedar bertanya.

Salah satu akun milik kepala daerah yang sangat aktif melayani warga dan persoalan didaerahnya adalah Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Seorang pengusaha di bidang Agrowisata merasa terbantukan dengan usahanya untuk mempercepat penyelesaian persoalan perijinan, yang dianggapnya sangat lamban, di pihak Badan Pertanahan Negara Propinsi Jawa Tengah.

Akun milik Lysa Kurniawati mengeluh soal permohonan pendaftaran yang sudah dia masukkan ke BPN Jateng, sejak 2 Maret 2016, dan disusul pendaftaran yang kedua tanggal 12 Februari 2016.

Namun hingga saat ini belum juga diselesaikan,akibatnya @lysakurniawati mengeluhkan kepada @ganjarpranowo, dan disarankan untuk menanyakan langsung kepada pihak @atr_bpnjateng.

Namun @atr_bpnjateng justru menolak jika mereka dikatakan memperlambat proses pendaftaran, bahkan menyebutkan jika tidak pernah ada pendaftaran yang tertunda hingga 2 tahun belakangan ini.

“Sudah kami cek, tdk ada permohonan yg stuck (diam) di bpn selama 2 thn, permohonan yg mana ya ? an (atas nama-red) siapa ?” Tulis admin BPN Jateng.

Alasan pihak perusahaan PT. Duta Merlin Dunia Properti (DMDP), melalui Lysa, jika semua persyaratan investasi mereka, termasuk PTP, Ijin lokasi dari Bupati Semarang sudah ada termasuk berkas lainnya sudah dimiliki.

Lysa sendiri sempat mengirimkan email kepada Ganjar Pranowo terkait dengan persoalan investasi Agrowisata dan pembangunan lapangan golf, seluas 120 hektar di Desa Wonorejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang yang dianggapnya terancam batal akibat diamnya permohonan pendaftaran mereka di BPN Jateng.

Ganjar sendiri mencoba menengahi dengan menanyakan langsung ke admin milik BPN Jateng, dan ternyata dijawab jika masih ada kesalahan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Namun penjelasan BPN Jateng justru dianggap oleh Lysa adalah argumen sepihak dari BPN Jateng, yang mengatakan jika lahan tersebut hanya diperuntukkan bagi kawasan pertanian Holtikultura, perkebunan dan kawasan peruntukan bagi industri, tidak ada yang salah dengan rencana PT. DMDP

“Jadi mohon di cek ulang ya sebelum menyatakan sepihak. Rekomendasi BKPRD, Ijin lokasi, PTP Agrowisata mengijinkan,” tulis @lysakurniawati.

Melihat keributan yang tidak selesai juga, akhirnya akun milik Menteri Tata Ruang dan Kepala BPN, @TheOfficialFMB, Drs. Ferry Mursyidan Baldan, langsung meminta kepada pihak yang perusahaan agar mau menyelesaikan. Karena menurutnya urusan sepama 2 tahun cukup membuatnya kaget.

“Ayoo kita selesaikan, sampaikan pokok masalahnya, drpd maki2, 2 tahun gak selesai ?” Tulis Ferry di akunnya.

“Sy minta anda sampaikan pokok permasalahannya dom 1 lembar, lengkapi dokumen yg ada, bawa ke @atr_bpnjateng,” lanjut Ferry menanggapi sebuah akun atas nama @purigedeh yang memaki ke pihak BPN.

Rupanya Lysa sudah melakukan hal itu, dari pengakuannya, jika dirinya sudah pernah membawa semua berkas, namun Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah BPN Jateng tidak pernah mau menemui.

Bahkan Lysa mengklaim jika Bupati sendiri bersedia untuk memberikan klarifikasi apabila diminta oleh pihak BPN, terkait ijin yang ditandatangani.

Postingan permasalahan ini juga diteruskan kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Yuddy Chrisnandi agar bisa melihat kinerja PNS di BPN Jateng.

Bahkan Lysa mengklaim jika Bupati sendiri bersedia untuk memberikan klarifikasi apabila diminta oleh pihak BPN, terkait ijin yang dikeluarkan oleh Bupati Semarang,

(Jall)

loading...