PB Kendari : Tensi massa pada pelaksanaan PSU  jilid ll pada pilkada Kabupaten Muna sangat tinggi. Hal tersebut ditandai dengan dua kelompok massa yang berasal dari pasangan calon nomor urut 1 (Rumah Kita) dan pasangan calon nomor urut 3 (Dokter Pilih) nyaris bentrok di TPS IV Kelurahan Wamponiki dalam ajang pesta rakyat Kabupaten Muna itu Minggu (19/6/2016).  Ratusan massa dari masing-masing pendukung nampak telah siap siaga dan kerap saling melontarkan kata-kata pedas yang bisa menyulut pertikaian diantara ke dua kelompok itu. Bahkan konflik fisik nyaris saja terjadi jika saja aparat tidak tanggap menenangkan ke dua kelompok. Melihat fenomena tersebut, Komandan Kodim 1416/Muna Letkol  Arh. Hendra Gunawan, SE. dengan tegas memanggil perwakilan dua kelompok massa yang memadati salah satu TPS pelaksanaan PSU jilid II tersebut. Nampak dari kelompok massa nomor urut 1 paslon Rumah Kita diwakili Amir Farikiw sedangkan kelompok massa nomor urut 3 paslon Dokter Pilih diwakili oleh Asgaf Ombi. Di hadapan kedua perwakilan kelompok massa itu Dandim 1416/Muna menegaskan agar keduanya mengendalikan massanya.  “Kalau ada apa-apa bapak yang terlebih dulu yang saya ambil” ujar Hendra.

IMG_20160619_091113Kepada keduanya Dandim 1416/Muna juga mengatakan kedua perwakilan kelompok massa harus bertanggung jawab terhadap aktivitas massa yang diwakilinya. “Itulah tanggung  jawab bapak,

tidak bisa dilaksanakan bapak berdua yang dipanggil” ujar Hendra lagi. Kepada keduanya  Dandim 1416/Muna juga menambahkan untuk mengedepankan sikap tenggang rasa dan saling menghargai sehingga kondusivitas keamanan terjaga.”Kita saling menghargai permintaan satu sama lain” ujarnya.  Pantauan media ini nampak kedua perwakilan kelompok massa menyanggupi permintaan dari orang nomor satu di jajaran Kodim 1416/Muna tersebut. Keduanya pun sepakat untuk memundurkan kosentrasi massa masing-masing kelompoknya ke posisi aman dalam jangka 10 menit. Alhasil dari ketegasan sikap yang diambil oleh Dandim 1416/Muna Letkol Arh. Hendra Gunawan konflik kedua kelompok massa tersebut dapat terhindarkan. Hingga akhir penghitungan suara tidak lagi terjadi insiden yang memicu terjadinya konflik di antara kedua kelompok massa. (Enel-Sultra)

loading...