PB,  Kolaka ; Dalam rangka  mengantisipasi timbulnya kembali  bahaya laten komunis,  Kodim 1412/Kolaka menggelar  “Sosialisasi Antisipasi Bangkitnya Kembali Bahaya Laten Komunis (Balatkom) dan Paham Radikal” di Aula Makodim 1412/Kolaka (Selasa/22/11/2016). Dandim 1412/Kolaka Letkol Czi Cosmas Manungkallo Danga, S.E. dalam sambutannya  mengatakan gerakan komunis yang cenderung anti agama dan menolak sistem kekeluargaan  sangat bertentangan dengan Ideologi Pancasila. Kata dia karena bahayanya  bersifat  laten, idiologi Komunis dapat muncul kepermukaan secara tiba-tiba, jika kondisinya memungkinkan. “Sifatnya bahaya laten mengendap menunggu momen yang tepat, selanjutnya mengambil kesempatan untuk melaksanakan aksinya” ujarnya. Orang nomor satu di Jajaran Kodim 1412/Kolaka tersebut pun kembali mengingatkan agar  dalam menghadapi berbagai kemungkinan tersebut perlu adanya  penjelasan dan pemahaman yang intensif  kepada seluruh prajurit dan tokoh masyarakat tentang berbagai hal yang terkait dengan bangkitnya kembali komunisme di seluruh wilayah NKRI.

img-20161123-wa0169Lanjutnya,  pemahaman tentang bahaya laten Komunis oleh para prajurit  dapat dijadikan sebagai bekal dalam melaksanakan tugas pembinaan teritorial (binter) dilapangan guna meningkatkan kewaspadaan yang tinggi dikalangan prajurit dan masyarakat, sehingga tidak mudah terhasut dan terpancing oleh tipu daya serta propaganda yang dilakukan oleh agen-agen komunis.

Dandim 1412/Kolaka juga mengatakan  berkembangnya bahaya laten komunis yang selalu berusaha merusak ketatanegaraan di Indonesia dan paham radikal yang berusaha memaksakan penggunaan kaidah dan nilai-nilai agama tertentu dapat  mengganggu solidaritas kerukunan antar umat beragama, persatuan dan kesatuan bangsa. “Saya berharap agar  seluruh komponen bangsa  senantiasa waspada guna menangkal berbagai upaya bangkitnya kembali ajaran komunis maupun berkembangnya paham radikal” katanya lagi.

Dia menambahkan kegiatan sosialisasi Bahaya Laten Komunis dan Faham Radikal bagi prajurit Kodim 1412/Kolaka ini bertujuan untuk menangkal timbulnya kembali gerakan-gerakan komunis gaya baru. Lanjutnya Balatkom dan faham radikal dapat ditangkal perkembangnnya dengan  meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, meningkatkan pemahaman kembali terhadap nilai-nilai Pancasila, meningkatkan wawasan kebangsaan dan  meningkatkan kemanunggalan TNI-Rakyat. Selain itu perlu adanya kewaspadaan dini  terhadap upaya penyusupan karena  komunis di Indonesia merupakan bahaya laten yang tidak pernah mati. “Komunis di Indonesia hanya berubah bentuk serta akan terus berkembang dengan gaya yang baru” jelas pamen dua melati di pundak itu. (Enel-Sultra)

loading...