PB Bali – Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Robert Pakpahan memastikan penerbitan obligasi untuk pembiayaan anggaran pada awal 2017 (prefunding) hanya dilakukan melalui penjualan Global Bonds.

“‘Prefunding’ cukup dari Global Bonds dan kami memutuskan penerbitan dari tiga seri sesuai kesepakatan,” kata Robert dalam jumpa pers di Nusa Dua, Bali, Jumat.

Pemerintah telah menerbitkan tiga seri Surat Utang Negara (SUN) dalam valuta asing berdenominasi dolar AS atau Global Bonds senilai 3,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp46 triliun yang transaksinya telah dilakukan pada 1 Desember 2016.

Penerbitan SUN valas pada akhir 2016 ini dilakukan untuk menjamin ketersediaan anggaran pada awal tahun, sebagai antisipasi bila Sisa Anggaran Lebih (SAL) maupun penerimaan pajak belum mencukupi pada periode Januari.

Untuk itu, Robert menyambut baik tingginya minat investor dari AS, Eropa maupun Asia terhadap instrumen pembiayaan Indonesia, sehingga Global Bonds mengalami kelebihan pemesanan, meski ketidakpastian perekonomian global masih melanda.

“Bagusnya kami berhasil mengamankan kebutuhan ‘cash’ untuk Januari 2017, kalau SAL atau pajak ada ‘delay’. Kami juga tidak mengambil sumber (pembiayaan) dari domestik karena saat ini likuditas sedang ketat,” katanya. (iqp^end/ant)

loading...