PB –  KEBUMEN – Misteri tewasnya Sardini (51) warga desa Plarangan Karanganyar Kebumen yang nekad menabrakan tubuhnya ke kereta Api yang melintas tadi malam, akhirnya polisi berikan keterangan motif korban akhiri hidupnya, Rabu (14/12).

Berdasarkan keterangan dari Kapolsek Karanganyar Polres Kebumen AKP Mawakhir, SH, saat dihubungi via telepon, dirinya menerangkan korban bunuh diri karena penyakit yang dideritanya.

Hal tersebut terungkap, saat Kapolsek menggali informasi dari orang terdekat serta para tetangga korban yang ternyata masih bujangan itu. Pria yang kesehariannya sebagi sopir pocokan itu menderita asam urat yang menaun.

“Kuat dugaan karena penyakit asam urat yang menahun.  hal tersebut diketahui setelah didapat beberapa keterangan dari teman dekat dan tetangganya bahwa korban sering mengeluhkan penyakitnya yang tak kunjung sembuh  sering dikeluhkan korban” terang Mawakhir.

Korban memilih jalan pintas mengakhiri hidupnya dengan menabrakan tubuhnya ke kereta api “Argo Dwipangga” jurusan Solo Balapan – Jakarta yang dimasinisi Ujang Andi Kartiko pada pukul 22.30 wib Selasa (13/12) malam di perlintasan timur stasiun Karanganyar Kebumen.

Akibat kejadian teraebut, korban mengalami luka serius di bagian kepala sehingga meninggal. Selanjutnya, jenazahnya dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Sruweng untuk dilakukan visum.

Menurut Keterangan AKP Mawakhir, siang ini rencananya korban akan dikebumikan di TPU dekat rumahnya di desa Plarangan Karanganyar, Kebumen.

(rsk/ humas polres kebumen)

loading...