PB, Aceh – Pasca Gempa Pidie Jaya, Aceh tanggal 7 Desember lalu, warga Pidie Jaya sudah berangsur mulai melakukan kegiatan untuk kembali ke lokasi rumah mereka.

Namun kepulangan mereka saat ini, tetap masih memerlukan bantuan dari masyarakat lainnya, akibat rumah yang rubuh dan rusak berat lainnya memerlukan bantuan bahan bangunan yang tidak sedikit, bahkan memerlukan penanganan secara serius.

Salah satu yang berani untuk kembali pulang adalah warga Desa Masjidtuha, Kecamatan Mureudu Kabupaten Pidie Jaya, yang sebagian besar mulai memberanikan diri untuk kembali pulang.

Namun menurut Sekretaris Desa Masjidtuha, Fauzi M. Daud, tidak semuanya kembali, karena masih ada yang trauma dengan kejadian gempa yang menimbulkan korban tewas tidak sedikit.

Dan terutama anak-anak yang kehilangan Bapak dan Ibu mereka serta saudara mereka, merekalah yang paling rentan merasakan trauma itu, dan saat ini berbagai cara dan komponen di Pidie Jaya terus berusaha untuk ikut membantu meringankan, baik itu kondisi bangunan rumah, tempat ibadah maupun meringankan kondisi mental mereka.

Trauma itu bisa terlihat ketika beberapa diantaranya yang coba diajak untuk bercerita kisah mereka, namun justru ketakutan, “Mereka lebih suka menghindar, terutama jika berhadapan dengan wartawan, mungkin takut untuk ditanyakan kejadiannya,” ujar Mus yang sempat bercerita kepada pembawaberita.com melalui selularnya.

(Jall)

loading...