PB, Jakarta – Jumpa pers untuk peluncuran dua single terbaru milik Disk Jockey Dominiq Key (DJ DK) senin (19/12), di District Resto & Bar dKelapa Gading, Jakarta Utara. Masing-masing “Single Original Mix “Dom Attack” dan Life of Party Version “Dominiq Key” juga menjadi ajang keluh kesah Dominiq atas perlakuan untuk permintaan “negatif” dari para promotor nakal.

Dominiq merasakan pelecehan yang dilakukan oleh para promotor nakal ini, sangat mengganggu dirinya dalam menjalani profesionalnya sebagai seorang penghibur.

Kontrakku langsung dibatalin secara sepihak, bahkan disempat di cekal selama 8 bulan, tidak bisa bermain di beberapa kota, seperti Palu, Lombok dan Lampung, hanya karena menolak permintaan promotor nakal,” ujar Dominiq dengan kesal.

Kekesalan Dominiq semakin bertambah, dikarenakan Persatuan Disk Jockey Indonesia (PDJI), yang seharusnya bisa membantu untuk membela dan memperjuangkan sikap profesinal sebuah pekerjaan dari tindakan promotor yang melakukan pemutusan kontrak sepihak, justru tidak melakukan apapun untuk membantunya.

Dominiq juga berharap kepada PDJI, terkait dengan persoalan pelecehan yang dilakukan oleh promotor terhadap para DJ wanita. Karena bukan hanya Dominiq sendiri yang merasakan, para DJ wanita lainnya juga ikut merasakan perlakuan para promotor nakal tersebut.

Sementara disisi lainnya, para DJ cewek ini, justru ingin bekerja secara profesional. Karenanya mereka berharap kepada organisasi para DJ ini, agar perbuatan melecehkan wanita, tidak terjadi lagi, bahkan Dominiq berharap bisa mendapatkan keamanan agar bisa bekerja sebagai profesional sejati. Walaupun pekerjaannya berkecimpung di dunia malam.

Jadi kesannya tuh, sebagai DJ cewek, kita harus mau di apa-apain dulu baru bisa dapat job off air. Kalau gak mau, yah langsung di cekal,” ujar Dominiq yang didampingi oleh Managernya, Yopie Hutubessy yang dikenal dengan nama DJ Ambon dan mentornya Wandy Kampoeng.

img-20161219-wa0008_1Yopie selaku salah satu pengurus PDJI, ketika ditanyakan terkait dengan kasus yang menimpa Dominiq dan juga DJ cewek lainnya, mengakui jika saat ini mereka memang masih belum bisa berbuat banyak.

“Saat ini memang kita belum ada payung hukum. AD ART organisasi juga belum kita buat,” ujar Yopie, ketika ditanyakan langkah yang diambil oleh organisasi Disk Jockey seluruh Indonesia, terhadap kasus yang menimpa Dominiq.

Untuk mengantisipasi agar tidak terulangnya kasus Dominiq, Yopie mengatakan PDJI tahun 2017 nanti akan melaksanakan Rapat Kerja Nasional. Termasuk didalamnya akan dibahas persoalan yang dialami oleh para DJ cewek, dan bentuk pencegahan dan pembelaan secara hukum.

“Kita berharap kedepannya usai Rakernas, tidak akan terjadi lagi kasus seperti itu, dan jika masih terjadi, agar persoalan ini bisa diselesaikan secara hukum,” ujar Yopie.

(Jall/Santi)

loading...