PB, Kendari : Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara Dr.H. Lukman Abunawas, M.Si. menjadi inspektur upacara pada peringatan Hari Bela Negara tahun 2016 Tingkat Provinsi Sultra. Peringatan Hari Bela Negara tersebut diselenggarakan di halaman Kompleks Kantor Gubernur Bumi Praja Anduonohu Kendari, Senin (19/12/2016). Membacakan sambutan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Sekprov mengajak seluruh rakyat Indonesia menatap masa depan Indonesia tang lebih baik.

img-20161220-wa0183” Ancaman berkembang menjadi bersifat multi dimensi karena karakter ancaman dapat bersumber dari ideologi, politik, ekonomi dan sisial budaya” ujarnya. Dikatakannya ancaman tersebut kini bermetamorfosa menjadi korupsi, narkoba, ekstrimisme, terorisme dan masih banyak lagi.

Menghadapi ancaman multidimensi tersebut maka konsep bela negara yang kita miliki juga harus bersifat multi dimensi. Kata dia upaya untuk melawan aksi pencurian ratusan juta ton ikan pertahun di perairan Indonesia merupakan tindakan bela negara termasuk upaya mewujudkan kedaulatan pangan ataupun upaya untuk bisa tegak berdiri di kaki sendiri secara ekonomi dengan mendirikan UKM dan menjadi wiraswasta.

img-20161220-wa0184“Upaya kita melawan kemiskinan, keterbelakangan dan ketertinggalan adalah upaya bela negara” ujarnya lagi. Lebih jauh dia mengatakan kesadaran bela negara di era kompetisi global sekarang dapat diaktualisasikan dalam peran dan profesi setiap warga negara. “Menjadi guru yang baik, bidan ataupun tenaga kesehatan di daerah terpencil atau di perbatasan sesungguhnya bentuk mulia bela negara” sebutnya.

Dia menambahkan wujud bela negara saat ini berbeda dengan masa lalu, meskipun nilai-nilai kepahlawanan yang dibutuhkan masih tetap sama. “Cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegar, setia kepada pancasila, rela berkorban, disiplin, optimisme, gotong royong dan kepemimpinan adalah nilai yang harus kita tetap miliki” imbuhnya.

img-20161220-wa0186Di akhir amanatnya Presiden menegaskan tantangan besar dalam sejarah adalah bagaimana mempertahankan kelangsungan hidup kita sebagai bangsa yang berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi berkepribadian di bidang kebudayaan. “Kelangsungan hidup kita sebagai bangsa adalah penjumlahan dari seluruh kekuatan rakyat karena dengan kekuatan rakyat maka bangsa ini akan mampu menghadapi segala macam jenis ancaman dan tantangan” pungkasnya. Untuk diketahui peringatan Hari Bela Negara di Provinsi Sulawesi Tenggara juga dilaksanakan di Lasusua Kabupaten Kolaka Utara. Di daerah penghasil cengkeh itu, bertindak selaku inspektur upacara adalah Bupati Kolaka Utara Rusda Mahmud. (Enel-Sultra)

loading...