PB JAKARTA – Perseteruan antara Plt. Gubernur, Soni Sumarsono dan Gubernur non aktif, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, dianggap oleh Ketua Indonesian Youth Solidarity, Abdullah Kelrey, disebabkan karena Ahok terlalu melindungi kroninya.

“Persoalan temuan sudah dilakukan lelang proyek yang anggarannya justru belum di bahas Legislatif, adalah salah satu indikator jika Ahok memang melindungi kepentingan dan kroninya sendiri,” ujar Dullah yang akhirnya bisa mengerti kenapa Ahok bersikeras tidam mau cuti pilkada.

Namun menurut Dullah persoalan yang paling menarik, ketika Ahok berkomentar ketika mengetahui Soni Sumarno mengubah seluruh susunan isi pengajuan anggaran KUA-PPAS pada APBD 2017 dan juga rencana untuk mengubah struktur perangkat organisasi Pemprov DKI pada Bulan Januari 2017 nanti.

“Orang dia sudah kayak Gubernur kok, saya kira beliau itu, tidak lagi dipanggil Plt. Gubernur. Tapi dipanggil Gubernur. Kuasanya tidak beda dengan Gubernur,” sindir Ahok kepada Soni.

Ahok menganggap jika  perubahan dalam susunan mata anggaran KUA-PPAS APBD 2017 yang dirombak oleh Plt. Soni Sumarsono sudah kelewatan, terutama persoalan Dana Hibah untuk Bamus Betawi yang sudah dihilangkan oleh Ahok, justru dikembalikan lagi oleh Soni.

Walaupun belum ada penetapan dari Legislatif soal APBD 2017, namun Ahok sudah mengingatkan Soni jika yang berhak mengesahkan APBD 2017 adalah Gubernur Definitif, bukan Gubernur yang hanya sebagai pelaksana tugas.

“Jadi saya tidak ngerti secara bahasa kenapa dikasih (Nama) Plt. kalau kekuasaannya persis gubernur ? Gubernur aja sekalian kalau mau ngelanggar undang-undang ya, Gubernur saja sekalian, ya kan ?” ujarnya.

Bahkan Ahok sepertinya sudah mengetahui nasibnya jika nantinya dirinya tidak akan kembali lagi menduduki jabatan sebagai Gubernur DKI.

“Ya udahlah, toh saya juga belum tentu balik katanya kan ? Kalau gitu ya sudah tanya saja sama Gubernur baru,” ujar Ahok pasrah, di Posko Pemenangan Ahok – Djarot, Rumah Lembang, Menteng Jakarta Pusat, Jumat (23/12).

Dullah menyikapi ucapan Ahok yang sangat tendensius, bahkan Dullah melihat jika kekesalan Ahok akhirnya ditumpahkan kepada seseorang yang tidak ingin jika dirinya kembali menduduki jabatan sebagai Gubernur usai menjalani masa cuti.

(Jall)

loading...