PB, Balangan – Truk dan trailer pengangkut semen, yang membawa semen dari Kabupaten Tabalong menuju Banjarmasin, selalu melewati jalan utama di Kabupaten Balangan. Truk dan Trailer yang mengangkut semen ini terkadang mengangkut hingga mencapai 70 ton. Akibatnya jalan utama yang baru saja diaspal mulus di Kabupaten Balangan hancur lebur.

Bahkan para supir truk, seperti yang di informasikan oleh warga adalah Warga Negara Asing asal China, dengan seenaknya tanpa merasa bersalah melewati jalan hingga kerusakan di kedua sisi jalan semakin hancur.

“Jika hujan genangan air yang merata terkadang menjadi jebakan, tidak jarang terjadi kecelakaan karena motor atau mobil terperosok, karena tidak melihat lubang yang tertutupi air,” ujar, Pak Ubay Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Balangan.

Bahkan kejadian ini sudah berlangsung lama, dan pihak Perusahaan milik investor dari China ini, tidak mau tahu, bahkan untuk memperbaiki kerusakan jalan Propinsi ini, sama sekali tidak dilakukan.

Akibatnya, pada Jumat (23/12) lalu, beberapa pendemo yang tergabung dalam LSM bernama Lekem Kalimantan, melakukan demo dan memblokir akses jalan.

Tidak berselang lama, para pendemo yang dipimpin oleh Hasan, langsung ditemui oleh Bupati Balangan, H. Ansharuddin dan didampingi oleh Kapolres AKBP Moh. Zamroni S.Ik serta Dandim 1001 Amuntai/ Balangan, Letkol (Inf) Priyanto Eko Widodo.

Adapun pernyataan sikap pendemo yang dibacakan langusng oleh Hasan, jika kerusakan jalan adalah tanggung jawab pihak PT. Conch yang menjalankan aktifitas truknya yang melebihi tonase untuk jalan umum. Selain itu LSM ini juga menyoroti kinerja Polres Balangan yang dianggap melakukan pembiaran, hingga truk-truk yang lewat seenaknya, karena tidak ada tindakan tindakan terhadap para supir truk yang lewat.

LSM yang datang dari Kota Banjarmasin ini, meminta agar Pemkab Balangan segera membuat perda terkait dengan batas jumlah tonase truk PT. Conch yang lewat. Bahkan akibat kerusakan yang sangat parah ini, hampir seluruh bangunan di sisi kana kiri jalan harus menerima debu jalan jika kendaraan lewat, terutama pada musim kemarau.

Beberapa pegawai yang bekerja di rumah makan yang kebetulan berada tepat di depan kerusakan jalan, juga mengeluh, karena sejak kerusakan tersebut, jumlah pengunjung mereka merosot tajam.

“Siapa yang mau datang makan bang, ketika sedang makan tiba-tiba kendaraan lewat dan debu tanah berterbangan,” ujar salah satu PNS Pemkab Balangan yang kebetulan bersama dengan pembawaberita.com beberapa waktu lalu.

Hasan meminta kepada Bupati agar pihak perusahaan segera meperbaiki kondisi jalan sepeti semula, dan pihak perusahaan harus membuat jalur alternatif sendiri, untuk truk milik mereka yang kapasitas tonasenya melanggar ketentuan yang sudah ditetapkan oleh Pemprov Kalimantan Selatan.

 

Bupati Balangan H. Ansharuddin mengatakan jika pihak Pemda sendiri sudah menyurati pihak Pemprov Kalsel terkait dengan perbaikan jalan, dan pihak Pemprov sudah menganggarkan untuk perbaikan pada tahun 2017.

“Pernyataan Sikap  dari LSM ini menjadikan Bahan kebijakan Pemda Balangan nantinya dalam mengambil langkah perbaikan kedepannya” ungkap Bupati.

Sementara itu terkait dengan pihak kepolisian yang dianggap melakukan pembiaran truk-truk yang bertonase besar lewat semaunya, dibantah Kapolres.

“Pihak kepolisian sudah memberikan tindakan berupa surat tilang kepada supir truk yang membawa muatan melebihi kapasitas,” ujarZamroni, sambil menambahkan jika anggotanya selalu berjaga di lokasi agar tidak terjadi hambatan, demi kelancaran bersama.

Kapolres Balangan AKBP Moh. Zamroni, S.iK juga menegaskan bahwa pihak Kepolisian telah memberikan tindakan kepada sopir angkutan yang tonase nya melebihi kapasitas dengan memberikan Tilang dan terus melakukan pengaturan arus lalu lintas untuk kelancaran bersama.

(Jall/Lls/Sumber)

loading...