PB, Palopo – Walaupun hanya berprofesi sebagai pemulung sampah, namun Nurhayati (35) berhasil membujuk dan mengajak empat orang lainnya untuk ikut dan percaya dengan kegiatan yang dilakukannya.

Kegiatan Nurhayati oleh warga bukan hanya dianggap aneh, namun sudah melakukan perbuatan melenceng dari agama, dengan membuat suatu aliran kepercayaan yang dianggap sesat.

Akibatnya, Sabtu (23/12) rumah Nurhayati langsung didatangi warga Kelurahan Dangerakko, Kecamatan Wara, Kota Palopo, bersama dengan keempat pengikutnya, mereka hampir saja menjadi sasaran kemarahan warga.

Untung saja pihak Kepolisian Polres Palopo, dipimpin Kasat Intelkam Polres Palopo Iptu. H. A. Yusuf bersama personil Intelkam lainnya, begitu mendapat laporan warga langsung mendatangi rumah yang juga menjadi tempat kegiatan ritual Nurhayati, bersama dengan keempat pengikutnya.

Dalam rumah Nurhayati didapati sebuah tempat untuk melakukan ritual yang dinamakan “Mappaseddi Wae” (Mempersatukan Air). Oleh Nurhayati, kegiatan mereka dianggap mampu untuk mempersatukan bangsa dan juga untuk menambah kekuatan ilmu bathin, yang diyakini oleh Nurhayati jika ritual ini telah dilakukan sejak nenek moyangnya, kemudian diwariskan kepadanya.

Adapun alat untuk melakukan ritual yang berhasil diamankan oleh pihak Kepolisian adalah, Sajadah, Kelambu, Payung, Batu, Koin, Bunga mawar, Air dalam botol Aqua, Kendi / guci, Foto leluhur seperti Arung Palakka dan Petta Cella, Patung Kambing dan bekas bara api.

Sementara itu warga menuntut kepada pihak kepolisian agar Nurhayati dan pengikutnya agar diusir dari kampung mereka, karena dianggap akan merusak agama, karena mempertahankan perbuatan syiriknya yang sangat dilarang oleh Agama Islam.

Pihak Kepolisian Polres Palopo selain mengamankan Nurhayati, juga menahan keempat pengikutnya untuk diambil keterangan lebih lanjut, selain itu agar keempatnya tidak menjadi sasaran kemarahan warga setempat.

(jall/Sumber)

loading...