PB, Tangerang Kota-Highlight: Kelompok-kelompok teroris saat ini menyenangi kawasan perbatasan dan daerah pinggiran, karena jarang dimonitor oleh aparat. Termasuk di sekitar asrama TNI/Polri.

Seiring dengan pengungkapan dan penangkapan kelompok teroris di Tangerang Selatan, Rabu (21/12) lalu, Kodim 0506/Tangerang, Korem 052/Wijayakrama, Kodam Jaya/Jayakarta meningkatkan pengawasan wilayah, serta sinergitas dengan jajaran Polri.

Dandim 0506/Tgr Letkol (Inf) Achiruddin mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan Kapolres Kota Tangerang, Kapolres Kabupaten Tangerang dan Kapolres Tangerang Selatan untuk memaksimalkan perang Babinsa dan Bhabinkamtibmas di masing-masing wilayah. Bersama dengan ketua RT setempat, mereka wajib mendata dengan mendatangi langsung kos-kosan dan kontrakan di wilayah masing-masing, terutama yang terletak di wilayah perbatasan dengan Jakarta, Bogor dan Jawa Barat, jelasnya, Kamis (27/12).

Lanjutnya, berkaca dari kejadian terakhir di Purwakarta, dimana lokasi kelompok teroris berada di tengah-tengah keramba apung secara geografis berada di wilayah pinggiran. Wilayah-wilayah perbatasan dan pinggiran saat ini menjadi favorit kelompok radikal, karena jarang didatangi orang, termasuk aparat

“Makanya harus diperketat pengawasannya, Cara pengecekannya harus dilakukan langsung, turun ke lapangan, jangan hanya berdasarkan laporan Ketua RT. Berkaca dari pengalaman, mereka hanya bisa mendata, namun tidak memiliki naluri intelijen. Tapi kalau Babinsa atau Bhabinkamtibmas, mereka mengecek langsung, ada kecurigaan, langsung ditandai dan dilaporkan untuk ditindak lanjuti oleh tim lain”, paparnya.

Ditambahkan olehnya, untuk mendukung langkah deteksi dini dan antisipasi ini, pihaknya juga akan mempertajam peran mitra jaya, sekaligus membangun jaring-jaring masyarakat dan jaring-jaring teritorial. Jika ada hal yang mencurigakan, bisa langsung dilaporkan. Misalnya, ada kontrakan dihuni 5-6 orang, tidak sosialisasi, itu mencurigakan dan harus dilaporkan.

” Termasuk juga diawasi kawasan di sekitar asrama TNI/Polri, Karena mereka menganggap, tempat paling aman di dekat ‘musuh’. Dekat asrama TNI, Polisi kira aman, Dekat asrama Polisi, TNI kira aman, ini yang juga dimanfaatkan mereka, “tutupnya. (Mal)

loading...