PB Kendari ; APHI (Aktivis Pemerhati Hukum Indonesia) Sultra menuding perilaku Kakanwil Agama Provinsi Sultra  H. Mohammad Ali Irfan, SE., MM.M.Ak.memicu konflik di Sulawesi Tenggara.

“Kedatangan Ali Irfan hanya menciptakan konflik di wilayah Sultra karena telah melakukan pencemaran nama baik juga telah melakukan tindakan asusila” ujar Korlap APHI Nuryaidn Usman Boko dalam orasinya di depan Kantor Kanwil Kemenag Sultra, Rabu (28/12/2016).

img-20161228-wa0076Kata dia karena perilaku tidak terpuji tersebut, maka H. M. Ali Irfan  sudah tidak layak menjadi pucuk pimpinan di Kanwil Kementrian Agama Sultra. Dikatakannya pula Ali Irfan telah melakukan tindakan sewenang-wenang dan diskriminatif terhadap putra daera/lokal.

“Penempatan jabatan sesuka hatinya tanpa mempertimbangkan profesional kerja tetapi mempertimbangkan kemampuan mengumpulkan pundi-pundi keuangan di instansi ini” bebernya.

Salah seorang staf Kanwil  Kementrian Agama Sultra yang tidak ingin dipublish namanya kepada media ini mengatakan semua yang dituduhkan demonstran adalah kebohangan dan tidak berdasar.

img-20161228-wa0075“Bapak (M. Ali Irfan red) tidak begitu, bapak juga tidak merokok. Bohong semua yang dikatakannya” ujar Wanita berhijab hitam itu. Sedangkan Kakanwil Kementrian  Agama Provinsi Sultra H. Mohamad Ali Irfan saat akan dikonfirmasi oleh jurnalis pembawaberita.com juga tidak berada di tempat.

Begitupula dengan Kasubbag Informasi dan  Kehumasan Muhammad Syarif Muin, S.Ag. juga tidak berada di tempat. “Bapak lagi ada urusan dinas di luar daerah dan biasanya kalau seperti itu bersama dengan Kasubbag Humas” kata seorang staf Kantor. (Enel-Sultra)

loading...