PB, JAKARTA – Ketua DPP PSI, Tsamara Amany Alatas, yang mencoba untuk “merasa” sebagai orang pintar dan juga ahli dalam persoalan negara Rusia melalui videonya yang mengkritik persoalan kebebasan aspirasi dan praktik korupsi di Rusia, rupanya tidak lebih dari pemuda alay yang memiliki seribu satu alasan untuk menghindari persoalan yang sudah dibuatnya.

Jika sebelumnya, Tsamara bersama sama dengan anggotanya di PSI mengkritik kelompok Front Pembela Islam (FPI), namun dijawab oleh salah satu akun pendukung FPI dengan mengatakan jika kelompok Tsamara bersama PSI-nya bukanlah lawan buat FPI dalam persoalan sosial dan politk. Menurut FPI, PSI tidak lebih dari sekumpulan bocah bocah alay yang sedang mencoba peruntungan di dunia politik dengan cara menyerang siapapun hanya untuk mencari panggung.

PSI yang gagal “menarik” FPI dalam panggung untuk menjual nama partainya. Kemudian beralih ke Fadli Zon yang mengumbar kata Planga Plongo dan juga menyatakan Indonesia membutuhkan seorang pemimpin yang berkarakter seperti Presiden Rusia, Vladimir Putin, karena dianggap tegas dan tidak planga plongo.

Awalnya Fadli Zon bersedia untuk menerima debat tantangan Tsamara beserta petinggi PSI lainnya, dengan syarat cukup dirinya yang menghadapi mereka untuk menjelaskan apa yang dimaksud dengan planga plongo dalam kalimat yang disampaikannya. Namun Tsamara menolak dengan alasan jika seluruh pejabat PSI hadir maka para petinggi Gerindra juga harus hadir, jika tidak maka batal.

Tsamara ternyata tidak kapok berkeliling mencari “panggung” untuk menjadikan nama partainya menjadi besar, walaupun jalan yang ditempuh dengan cara “asal asalan”. Terbukti ketika video yang dibuatnya, mendapatkan perhatian dari sebuah akun resmi milik pemerintah Rusia yang khusus dibuat di Indonesia, bernama RBTH Indonesia atau @RBTHIndonesia.

Dalam postingannya, @RBTHIndonesia menuliskan jika Kedutaan Besar Rusia sudah membahas apa yang disampaikan Tsamara melaluivideonya. Dan Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobyeva, secara khusus mengundang Tsamara untuk hadir dalam sebuah kegiatan rutin yang diadakan setiap bulan oleh kedutaan Rusia, yang biasa disebut “Press Briefing“, yang waktunya sekitar satu minggu dari postingan @RBTHIndonesia yang dimuat pada tanggal 6 April 2019.

Namun lagi lagi, “nyali” Tsamara hanyalah di dunia sosial media, karena Tsamara tidak bersedia hadir dengan alasan jika dirinya memiliki sebuah jadwal yang kebetulan bertepatan dengan undangan dari Lyudmila Vorobyeva, tanpa mau menyebut jadwal apa yang akan dihadiri oleh Tsamara.

“Seharusnya ini kesempatan baik buat Tsamara dengan PSI, karena bisa foto foto lalu hasilnya diupload ke sosial media sambil menambahkan jika Tsamara dan PSI ditakuti oleh negara sebesar Rusia, hingga harus diundang secara khusus,” ejek Darwis salah satu tokoh pemuda asal Maluku Utara melalui selularnya.

Berikut isi postingan dari @RBTHIndonesia terkait dengan tudingan Tsamara kepada negara Rusia dan undangan dari Lyudmila Vorobyeva yang ditolak oleh Tsamara.

Selamat siang! Menanggapi video yang dibuat Ketua DPP , , terkait pernyataannya mengenai kebebasan aspirasi dan praktik korupsi Rusia, kami telah berkoordinasi dengan .

Pagi ini, hal tersebut telah dibahas di . Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobyeva, telah mengamati isu ini dan karena itu mengundang Saudari untuk hadir pada “press briefing” bulanan di kediaman dubes minggu depan.

Selain bisa mengetahui posisi resmi Rusia tentang isu-isu terkini, juga bisa bertanya langsung pada dubes Rusia mengenai segala hal yang ingin Anda ketahui tentang Rusia, termasuk kebebasan beraspirasi, kebebasan pers, oposisi, dan korupsi di negara kami.

Karena itu, , melalui atas pers, pagi ini mengirimkan undangan kepada dan berhasil menghubungi langsung .

Namun, sayangnya, tidak dapat memenuhi undangan dubes Rusia karena sudah ada kegiatan pada tanggal dilaksanakannya “press briefing” minggu depan.

Demikian perkembangan terbaru ini kami sampaikan. Semoga dalam waktu dekat bisa berkunjung dan memenuhi undangan , demi meluruskan isu yang beredar di tengah publik.

 

loading...