PB, Jakarta — Sejumlah massa masih terlibat bentrok dengan polisi yang berjaga di Jalan Jati Baru, Jakarta Pusat, Rabu (22/5).
Namun  di tengah kericuhan tersebut, massa masih sempat mengumpulkan selongsong peluru yang berserakan di jalan.
Keributan yang telah berlangsung sejak pukul 09.30 WIB terlihat massa merusak sejumlah fasilitas umum dan membakar sejumlah barang di lokasi.
Situasi tersebut menyebabkan Polisi datang ke lokasi dan mencoba membubarkan aksi dengan menembakkan gas air mata ke arah massa.
Massa juga menyasar ke asrama Polri yang berada hanya beberapa meter dari lokasi kejadian. Di lokasi itu, juga terdapat Polsek Gambir.
Massa sesekali menahan serangannya ke polisi. Mereka mengumpulkan selongson peluru yang berserakan di jalan. Mereka tak segan menunjukkan beberapa selongsong yang mereka temukan.
“Ini selongsong peluru,” ujar salah seseorang dari bagian massa.
Senada dengan itu Direktur Rumah Sakit Budi Kemuliaan, Fahrul W Arbi, mengkonfirmasi ada tiga korban tertembak, salah satunya tewas. Mereka tertembak di betis, tangan, dan sendi bahu.
“Meninggalnya karena ada luka tembak tembus ke belakang dari dada, mungkin mengenai paru-paru ada pneumotoraks. Pneumotoraks itu selaput paru robek sehingga udara terkumpul di sana dan kena pembuluh besar,” sambung dia.
Tidak disebutkan jenis peluru apa yang menewaskan warga tersebut. Namun, apakah selain peluru tajam bisa menembus tubuh korban? Kalau memang ada yang menembakkan peluru tajam, siapakah pelakunya?
Sementara itu Polisi sendiri telah menegaskan mereka tidak menggunakan peluru tajam dalam membubarkan massa di Tanah Abang.
“Polisi tidak ada yang pakai peluru tajam,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Rabu (22/5).
Bantahan penggunaan peluru tajam juga telah disampaikan oleh Karo Penmas Div Humas Mabes polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo. “Sekali lagi aparat PAM tidak ada yg dibekali peluru tajam dan senjata api, hanya ton anti anarkis,” kata Dedi.
(Redaksi)
loading...