PB, Banda Aceh — Mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Muzakir Manaf (Mualem) mengatakan pernyataanya tentang referendum bagi rakyat Aceh belum lama ini merupakan rekasi spontanisitas belaka.

“Pernyataan saya tentang referendum tidak mewakili rakyat Aceh. Saya lakukan hal tersebut secara spontan. Kebetulan pada peringatan haul meninggalnya Teuku Hasan Ditiro,” ujar Mualem dalam video berdurasi 1 menit 16 detik yang diterima redaksi, Kamis, (13/6).

Dalam video itu Muzakir memperkenalkan diri sebagai Ketua Partai Aceh (PA) dan Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA).

Mualem yang tampil mengenakan kemeja merah dalam video itu menyatakan bahwa saat ini rakyat Aceh sudah hidup dalam damai dan pro terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Saya menyadari rakyat Aceh saat ini cinta damai dan pro NKRI,” tegasnya.

Masih dalam video itu, ia juga berharap Aceh ke depan harus lebih maju dalam pembangunan dan tetap tergabung dalam bingkai NKRI.

“Hal-hal lain yang menurut saya belum sesuai pasca-MoU Helsinki akan saya buat guna menuntaskan semua butir-butir MoU Helsinki ke depan,” jelas Mualem.

 

(Redaksi)

loading...