PB, Jakarta — Kontestasi PILPRES telah memperlihatkan pada kita yang jelas dan terang, mana PENCINTA negeri ini dan mana PENGHIANAT negeri. Untuk menjadi penghianat tak perlu susah-susah mencarinya. Mengenali mereka tak perlu mencari dengan seribu satu macam asesoris di badannya. Lengkap dengan TATOAN ditubuhnya.

Para PENGHIANAT NEGERI di era milenial, mereka berpakaian rapi dengan setelan jas dan dengan bau parfum yang mahal harganya. Mereka pintar-pintar bergelar PROFESOR DOKTOR gelar tertinggi di bidang akademik. Duitnya banyak tak terhitung di bank. Bahkan selirnyapun gak kalah banyak dengan duitnya.

Pokoknya penghianat negeri saat ini adalah orang-orang yang bergaya BORJU. Mereka lupa semua kata-kata mereka disaat berseberangan dengan penguasa. Kata yang telah dilontarkan ke publik berupa penguasa GOBLOK, PRO CINA, TIDAK MAMPU, dll., serasa hilang diterbang angin.

Mereka yang jadi PENGHIANAT NEGERI saat ini lagi bereforia menunjukkan kepada rakyat bahwa untuk jadi penghianat itu gak apa-apa dan biasa-biasa aja. Hal semacam itu lumrah di era sekarang. Yang protes aja yang sirik alias iri ke mereka. Kalau suka bikin donk …. itu kata hati mereka penghianat itu.

Persetan orang mau bilang apa yang penting saya dapat FAEDAH dari penguasa. Kan bila saya bela penguasa dan di menangkan di pengadilan, kan saya bisa dapat kecipratan kue kekuasaan walaupun dengan hasil CURANG, CURI dan CARI dengan segala CARA. HALAL HARAM HANTAM.

Mereka lupa bahwa DI ATAS LANGIT ADA LANGIT. Dan disana ada kekuasaan serba MAHA SEGALA-GALANYA. Seberat apapun APRIORI kita atas kerja manusia tapi kalau sudah DITAQDIRKAN ALLAH bakal menang maka pasti akan menang. Lihat QS. 8; 36. Mereka akan dikalahkan dan mereka akan menyesal.

Hati ini tetap masih yakin dengan ‘AINUL YAKIN dan HAQQUL YAKIN bahwa DO’A para ULAMA-ULAMA ZUHUD atas kemenangan pemimpin sesuai dengan PILIHAN ULAMA benar-benar terwujud. Masa’ do’a Ulama Zuhud harus dikalahkan dengan teriakan dan hinaan para PENGHIANAT NEGERI dan PARA PENCINTA LOBANG TAIK alias LGBT ….? Ane masih yakin akan do’a para ulama tersebut dan do’a umat Islam yang tetap ISTIQOMAH dengan pilihan pemimpin pilihan ulama.

Mari tetap kita berdo’a di setiap shalat wajib dan sunnah akan kemenangan 02 dari penguasa curang dan kejam. Disinilah jihad yang TERBESAR yakni BERANI BERBICARA KEBENARAN di depan penguasa yang DZALIM.
InsyaAllah Allah mengabulkan do’a kita semua sehingga di negeri ini tidak dipimpin oleh penguasa hasil dengan curang dan culas.

Itu artinya kita bisa katakan bahwa negeri ini penuh dengan PENGHIANAT NEGERI itu adalah HOAX terbesar berita saat ini.
Hanya kepada Allah jualah kita berserah diri.

Wallahu A’lam …

 

Oleh : Moh Naufal Dunggio

 

loading...