PB, Lumajang — Jajaran Polres Lumajang mendalami adanya tindak pidana perdagangan manusia (Human Trafficking) pada kasus menggadaikan istri.

Sebagaimana informasi yang berhasil dikorek dari pelaku bahwa dirinya mengaku meminjam sejumlah uang dari Hartono dengan jaminan istrinya sendiri Lasmi.

Tetapi dalam pemeriksaan oleh jajaran Polres Lumajang, tidak ditemukan cukup bukti tentang proses gadai dengan jaminan Istri.

Namun ada fakta baru yang akan diungkap oleh Polres Lumajang karena pengakuan dari Lasmi  bahwa suaminya telah menjual anaknya seharga Rp 500 ribu kepada seseorang dengan inisial K (41)

Lasmi mengungkapkan dirinya memiliki 3 orang anak namun 2 orang telah meninggal.

Satu anak yang masih hidup ketika berusia 10 bulan anak tersebut dijual oleh Hori kepada K seharga 500 ribu rupiah.

Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban mengatakan pihaknya mensinyalir adanya indikasi Human Trafficking pada kasus suami gadai istri ini.

“Jika memang benar Hori menjual anaknya, dirinya dapat diancam dengan Undang-Undang Nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang,” ujar Kapolres Lumajang, Senin (17/6).

Dia juga mengatakan bahwa pihaknya membutuhkan  keterangan saksi yang dapat memperkuat dugaan tersebut.

“Kami masih membutuhkan beberapa keterangan saksi untuk dapat menjeratnya sebagai pelaku human trafficking. setidaknya informasi awal sudah kami peroleh dari lasmi istri pelaku kalau suaminya telah menjual anak mereka kepada seseorang berinisial K,” jelas lulusan Apol tahu. 1998 ini.

Sementara itu Kasat Reskrim yang juga sebagai Katim Cobra AKP Hasran mengaku saat ini pihaknya tengah melakukan pemeriksaan intensif terhadap para terkait.

“Saya dan jajaran penyidik lainnya terus melakukan penyidikan secara intensif untuk merekonstruksikan perirtiwa-peristiwa yang terjadi. Karena fakta-fakta baru yang kami dapati, ternyata ada beberapa peristiwa pidana yang terjadi. Kami mohon waktu untuk mengurai satu persatu supaya terang benderang peristiwanya,” ujar Hasran

 

(Redaksi)

loading...