PB, Jakarta — Lihat saja tim hukumnya kumpulan orang tdk konsisten, isuk dele sore tempe. Jawabannya asal bunyi, dari enteng bilang salah input hingga soal minta waktu karena sulitnya tiket pesawat.

Lantas, jawaban ini asal bunyi, karena mereka paham, ini hanya seremoni antara sebelum pengukuhan kemenangan melalui putusan yang berpihak pada kecurangan. Apa yang mau ditunggu dari keputusan semacam ini ?

Ya jelas, ada faedahnya. Ini adalah saat untuk menelanjangi rezim, hingga se-telanjang telanjangnya. Buka saja semua aib rezim dihadapan rakyat.

Bahkan, imbas dari hantaman di forum konstitusi ini, bukan saja mendelegitimasi rezim tetapi juga sekaligus mendelegitimasi sistem politik demokrasi. Ini adalah saham yang besar bagi umat Islam, bahwa memang benar umat Islam tdk pernah diberi peluang kekuasaan dalam sistem demokrasi.

Lantas, apa yang membuat Anda bertahan ? Ingin menang ? Saya harap bukan itu. Jika mereka, sudah berani ngasal menjawab argumentasi Anda, apa sulitnya membuat keputusan ngasal ? Jika mereka, sudah sibuk membagi jatah kursi menteri, nama mungkin mereka mau luput kehilangan posisi Presiden ?

Lantas, apa yang membuat Anda ngotot ? Ya, saya harapkan Anda terus menelanjangi aib rezim. Mendelegitimasi kekuasaan rezim, sehingga saat berkuasa kelak, tidak mampu berdiri sombong dan menindas umat Islam, karena kekuasaan yang dibangun adalah kekuasaan ringkih yang berdiri diatas asas kecurangan.

Anda terus bongkar, agar topeng para penjilat, para pengkhianat, tersingkap dihadapan rakyat. Anda, terus serukan melalui argumentasi yang Anda bangun, bahwa kelak, keputusan yang keluar, adalah keputusan cacat yang akan dicatat sebagai kecelakaan sejarah.

Sementara kami, akan fokus mempersiapkan diri, untuk babak pertarungan lanjutan pasca pengumuman keputusan kecurangan. Kami tahu, keputusan yang akan keluar adalah antara segudang ilmu dan kepintaran, melawan segenggam kekuasaan.

Kami tahu, segenggam kekuasaan itu akan mampu membuat segudang ilmu bertekuk lutut, kalah di forum Mahkamah tipu-tipuan. Namun, argumentasi dan ilmu yang kalian demonstrasikan, akan memenangi hati umat.

Biarkan ! Kekuasaan ini berdiri bengkok diatas cibiran seluruh umat. Biarkan, kekuasaan rapuh ini juga akhirnya jatuh. Karena, bagaimana mungkin memimpin diatas keengganan ? Memimpin diatas kemarahan ? Memimpin diatas ketidakridloan ?

Babak baru pertarungan antara kekuasan zalim dan umat yang terus berjuang menegakan hukum Allah SWT akan terus berlanjut. Kami berdiri tegak diatas politik identitas. Identitas kami Islam, atribut kami adalah keadilan dan kebenaran. Lawan kami adalah hipokritme demokrasi, kekuasan zalim dan menindas, serta belenggu pemikiran sekuler barat yang telah beranak pinak di negeri ini.

Oleh : Nasrudin Joha
loading...