PB, Lumajang — Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban menyebut begal masih menjadi permasalahan kiriminal yang sangat meresahkan masyarakat Lumajang.

Kata dia kejahatan ini menebar ketakutan dan membuat resah masyarakat Lumajang.


Untuk itu Kapolres Lumajang telah menginstruksikan jajarannya untuk melakukan patroli dan pemetaan di sepanjang jalur JLT (Jalur Lintas Timur) dari ujung ke ujung sepanjang sekitar 5 km dengan berjalan perlahan.

Kata dia, penyisiran dari mulai JLT utara sampai JLT selatan serta pinggirannya dilakukan untuk menciptakan rasa aman bagi masyarakat dan menekan pergerakan pelaku kejahatan.


“Selanjutnya tim ke lokasi yang ditengarai tempat pelaku mengintai korban, yaitu di tempat biliard serta di warung dekat jembatan,” ujar Kapolres.

Menurutnya beberapa titik tersebut dapat menjadi fasilitas bagi para pelaku begal untuk mengincar target dan memantau situasi keadaan.

“Setelah target sudah teridentifikasi dan situasi jalan yang sepi, pelaku begal bergerak melakukan eksekusi terhadap target yang sudah dipilih. jika korban melawan, para pelaku tidak segan untuk melukai para korbannya,” ujarnya lagi.

“JLT ini lokasi ditengarai rawan begal. Banyak info masuk ke saya sehingga saya harus melakukan langkah langkah khusus agar wilayah ini aman. Tim cobra akan terus bergelombang berpatroli di wilayah ini. Untuk cobra preventif ini akan dipimpin oleh Kasat Sabhara AKP Jauhar Ma’arif,” tegas Arsal.

Arsal berharap dengan adanya patroli rutin yang dilakukan di daerah rawan akan sangat berpengaruh bagi keamanan wilayah hukum Polres Lumajang.

“Masyarakat akan merasa aman dan nyaman melihat kehadiran Polisi, dan bagi para pelaku kejahatan tentunya tidak ada celah maupun kesempatan untuk melakukan aksinya,” jelasnya.

Sementara itu Kasat Sabhara Polres Lumajang AKP Jauhar Maarif megungkapkan akan terus mengalakan patroli bergelombang untuk mengamankan wilayah ini.

“Setelah melakukan pemetaan saya cukup memiliki informasi dimana pelaku melakukan pemantauan sebelum melancarkan aksinya. namun saya tetap butuh info masyarakat untuk kejadian menonjol disekitaran JLT,” terang Jauhar.

(Redaksi)

loading...