Keyakinan netizen akan kemenangan Prabowo-Sandi melalui putusan Hakim di Mahkamah Konstitusi, menguat, seusai menelisik jalannya persidangan berulangkali, yang banyak beredar di berbagai sosial media melalui tayangan potongan video.

Kuatnya keyakinan netizen, terutama para “artis” dari sosial media twitter, yang meyakini jika kemenangan akan diraih oleh pasangan dari nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, karena kecurangan yang begitu tampak sistematis dan terstruktur.

” Sidang MK kemarin jelas kok, kecurangannya ada Bahkan saksi termohon & terkait pun akhirnya “membantu” Hakim memahami apa yang terjadi Buat saya hampir mustahil Hakim tidak mengabulkan Kemenangan sudah didepan mata. Mari kita sambut kemenangan itu. Yuk datang ke MK 27 juni.” ujar akun bernama @helmifelis yang mengajak para pengikutnya untuk merayakan kemenangan langsung di lokasi sekitar MK.

Sementara itu mantan juru bicara Presiden Gus Dur melalui akun twitternya, @AdhieMassardi mengatakan jika MK itu mengurusi produk-produk demokrasi seperti UU termasuk didalamnya perselisihan hasil pemilu.

“Hakim MK wajib wajib paham prinsip-prinsip demokrasi yang acuannya moralitas, etika, hukum. Jadi walaupun secara hukum tidak melanggar namun secara moral dan etika bisa salah.” Ujar Adhie.

“BPN optimistis akan memenangi sengketa hasil pilpres,” ujar @andre_rosiade, salah satu petinggi BPN 02 yang selama ini selalu mengikuti jadwal persidangan secara langsung di MK.

Ada pula akun dengan nama @musniumar yang dikenal sebagai salah satu pakar sosiologi yang memiliki jumlah follower hingga 46 ribu, yang menyebutkan jika MK adalah tumpuan terakhir bangsa ini agar bisa terselamatkan dari kesulitan.

” Sebagai sosiolog saya hanya bisa menulis dan berharap semoga putusan MK tentang sengketa pilpres 2019 bisa hadirkan rasa keadilan rakyat. Jika tidak, saya duga protes sosial akan terus terjadi. Kalau itu terjadi, bangsa kita semakin sulit. MK tumpuan terakhir untuk selamatkan bangsa,” tulis Musni Umar yang ditanggapi oleh 46 akun dan diretweet hingga ribuan akun.

Adapun akun dengan nama @Fahri_Ismail13 yang pernah bertugas sebagai petugas entry data di KPU pada situng tahun 2004. Fahri berani bersumpah dengan menyebut Profesor Marsudi dari saksi ahli KPU telah memberikan keterangan palsu, dimana pada keterangannya menyebutkan pada pilpres 2004 lalu situng KPU mengupload form C1, yang menurutnya tidak ada sama sekali form C1 di upload ke situng.

Dari kecurangan-kecurangan yang terjadi dan dari penelusuran yang dilakukan setelah mendengar langsung dari potongan video maupun berita yang dibaca selama persidangam berlangsung rakyat semakin meyakini jika kecurangan yang terjadi memang sudah begitu masif dan sistematis serta terstruktur dengan dipaksakan baik oleh pihak TKN, KPU dan Bawaslu.

“Jangankan rakyat di desa-desa dan di kota-kota, para ASN pun mayoritas yakin Indonesia punya presiden baru! Cuma KPU dan aparat antek pelanggaran pemimpin culas dan curang,” tulis akun fenomenal @IreneViena yang memiliki beberapa informasi akurat dan sering menghentak “jagad” sosial media khususnya di twitter.

“2 hari Indonesia punya presiden – wakil presiden baru Prabowo – Sandi yang dipilih sah oleh mayoritas rakyat Indonesia. Tidak ada toleransi terhadap segala kecurangan pemilu tidak ada tempat untuk pemimpin curang, cukup 5 tahun Indonesia terpuruk dipimpin presiden yang tertukar,” ujar Irene yang juga mengingatkan MK agar bertindak secara adil dan bertanggung jawab.

loading...