PB, Lumajang — Tim Cobra Polres Lumajang telah menetapkan tiga pelaku ilegal loging di Kawasan Hutan Milik Perhutani di Dusun Krajan, Desa Bago Kecamatan Pasirian, Lumajang.

Ketiga tersangka yakni Siapa (34), Busiri (35) dan Muhammad Andri (25) dilporkan oleh Perhutani karena sering melakukan kegiatan ilegal loging di Kawasan Hutan milik Perhutani.

Untuk Tersangka Busiri dan Andri sendiri sudah tertangkap dalam kasus pencurian sapi sebelumnya di Desa Bades, Pasirian.

Sedangkan penangkapan tersangka Siapa  dilakukan di kawasan pantai Bambang Desa Bago pada Rabu lalu (12/6).

Kapolres Lumajang AKBP  Muhammad Arsal Sahban mengatakan dalam proses penangkapan pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan menggunakan timah panas karena berusaha melarikan diri saat mengetahui adanya petugas yang akan melakukan penangkapan.

“Akhirnya setelah beberapa bulan kami kejar, pelaku Siapa dapat kami tangkap. Percuma lari dari kejaran sang Cobra, pasti cepat atau lambat akan kami tangkap. saya peringatkan kepada orang-orang yang masih punya niat berbuat jahat, lebih baik cari pekerjaan yang halal, daripada hidup menjadi sampah masyarakat dan terus menerus dalam kejaran sang Cobra,” ungkap Arsal, Jum’at (19/7).

Arsal menambahkan ketiganya diancam dengan tindak pidana illegal logging sesuai Undang-undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dirumuskan dalam Pasal 50 dan ketentuan pidana diatur dalam Pasal 78 dengan  ancaman pidana penjara paling lama sepuluh tahun dan denda paling banyak Rp. 5.000.000.000,00

Sementara itu Administratur Kehutanan Wilayah Probolinggo, Situbondo dan Lumajang, Imam Suyuti menyampaikan bahwa area tugas yang paling rawan terjadinya illegal logging adalah wilayah Lumajang.

“Sedangkan di wilayah Lumajang yang paling rawan di daerah Desa bago. Di daerah Desa Bago pernah hanya dalam waktu 4 bulan kerugian kami sampai Rp 2,4 milliar dan kami yakin pelakunya adalah kelompok yang ditangkap oleh Tim Cobra ini. Tentu sangat berterima kasih kepada Tim Cobra Polres Lumajang,” ungkap Imam.

 

(Redaksi)

 

loading...