PB, Jakarta — Kedua tokoh ini lagi IN hangat dibicarakan di SOSMED. Dalam seminggu ini berita tentang sepak terjangnya kedua tokoh ini heboh besar. Cuma bedanya tokoh yang pertama diberitakan positif tapi yang kedua diberitakan negatif karena ulahnya. Padahal dua²nya keturunan pejuang.

Hanya yang membedakannya adalah kalau Anies dari keturunan yang memerdekakan negeri ini tapi yang satu sebagai PENGHIANAT negeri ini. Siapa yang tak kenal yang punya nama BASWEDAN bila baca sejarah kemerdekaan negeri ini ….?

Adapun yang satu MBAH MOYANGNYA Prop Mpud menjadi kaki tangan Belanda sebagai penghianat negeri. Namanya penulis gak mau hafal. Tapi ingin keterangan lebih jelas tanya sama ORANG ACEH karena moyangnya ini dikirim Belanda ke Aceh untuk menaklukan Aceh tapi GATOT alias gagal total.

Benar kata pepatah, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Anies karena ada DARAH PEJUANG dari kakeknya maka sepak terjangnya menjadi Goodbeneer Indonesia selalu beliau dedikasikan untuk kemashlahatan warganya dan kemajuan kotanya. Jadi jangan heran kalau tahun depan ada EVENT INTERNATIONAL dilakukan di Jakarta yakni FORMULA E. Balap mobil dalam kota. Dan Jakarta sebagai tuan rumah menyingkirkan puluhan negara² lain di dunia.

Beda dengan PROP MPUD walaupun titelnya melebihi Anies tapi namanya keturunan penghianat tetap jadi penghianat. Dan gak tanggung² lagi dia jadi PENGHIANAT KEPADA UMAT ISLAM dan DINUL ISLAM AGAMANYA SENDIRI.

Tuduhan² keji kepada Umat Islam datang bertubi² dan masif keluar dari mulut profesor ini. Yang terakhir menuduh dan menghina TNI kecolongan karena meluluskan ENZO hanya karena ENZO bawa bendera Tauhid. Namun akhirnya Jendral Andika sebagai KASAD merasa tersinggung dan meminta orang luar jangan ikut campur dapur TNI yang sudah tertata rapi sejak awal berdiri TNI.

Belum habis dengan isu ENZO, sang profesor togog ini bikin ulah lagi dengan menuduh ada ORANG ARAB KAYA membawa duit banyak untuk di berikan di pesantren di Jokja dan Magelang sehingga si profesor togog ini langsung MENUDUH ada pesantren radikal dan intoleran di Jokja dan Magelang.

Tuduhan keji dan brutal ini membuat Pimpinan Pusat Muhammadiyah menjadi gerah dan puanas. Melalui sekertaris Umumnya Dr. Abdul Mukti MENANTANG Prop Mpud untuk membuktikan siapa ORANG ARAB itu dan pesantren mana yang dimaksud ….?

Mungkin PP Muhammadiyah harus membikin SAYEMBARA buat Prop Mpud sebesar 50-150 juta agar Prop Mpud bisa membuka siapa Orang Arab tersebut. Kan gaji jadi HERDER PANCASILA gak cukup untuk hidupnya sebagai penghianat umat. Jadi perlu tambahan walau harus berseberangan dengan saudaranya seiman dan seaqidah.

Harusnya sebagai profesor puncak titel tertinggi di akademik menjadikan Prop Mpud sebagai tempat orang² awan bertanya mencari solusi dalam bidang keilmuan atau dalam bidang kehidupan. Tapi nyatanya Prop Mpud saat ini menjadi SUMBER MASALAH TERBESAR di negeri ini khususnya bagi Umat Islam.

Problem bangsa begitu banyak tapi koq hanya Islam aja yang diangkat banting oleh profesor togog ini. Belum pernah penulis baca ada komentar Prop Mpud tentang agama lain. Apakah dengan menyerang Islam terus nilai rupiahnya tinggi bila dibandingkan dengan menyerang agama lain ..?

Susah memang kalau dalam diri mengalir DARAH PENGHIANAT. Titel setinggi langitpun gak ada gunanya. Kalau PENGHIANAT TETAP PENGHIANAT.
Semoga Allah SWT membalas para penghianat ini dengan ADZAB yang pedih. Kita serahkan semua ini pada Allah Penguasa Langit dan Bumi.

Wallahu A’lam

 

Oleh : Moh. Naufal Dunggio

(Aktivis dan Istadz Kampung)

loading...