PB, Lumajang — Bangunan seluas 630 m2 berdiri kantor Tahara milik Umi Salma dimana dirinya menjalankan usahanya sendiri dan dibantu oleh satu orang sekertaris.

Bangunan ini bertuliskan CV Permata Bunda diimana pengelolaan usaha kayu yang dijalankan Umi Salma berada tepat didepan bangunan ini berdiri.

Di bangunan ini juga terdapat ruang untuk blok bisnis penjualan pakaian yang dijual grosiran oleh Umi salmah.

Di sebelahnya terdapat bangunan utama berlantai dua dimana aktifitas simpan pinjam berlangsung dan ditangani pribadi oleh Umi Salma.

Bangunan ini pun dibeli dari seorang warga sekitar yang bernama Baburrahman seharga 200 Jt pada tahun 2015 dan hingga kini pelunasan rumah masih belum terselesaikan meskipun sudah digunakan Umi Salma sebagai kantor bisnisnya.

Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban menjelaskan, pihaknya masih menyelidiki semua aset milik Umi Salma

“Saya mencoba menelusuri aset usaha Milik Umi salma, apakah benar bahwa dirinya memiliki kantor dan beberapa macam usaha yang dijalankannya. Namun setelah saya mengetahui kantor CV Permata Bunda ini, terungkap juga masalah baru yakni bangunan seluas 630 m² ini juga bermasalah karena pembayaran yang belom diselesaikan oleh Umi Salma.
Saya pun mengarahkan para Korban yang satu persatu terungkap masalahnya untuk melaporkan ke Posko pengaduan investasi bodong yang sudah saya buka hari ini di Mapolres Lumajang.” ujar Arsal.

Perlu diketahui bahwa Umi Salma membuka usaha TAHARA (Tabungan Hari Raya) yang yang telah berjalan 31 tahun yaitu mulai tahun 1988.

Dalam menjalankan usahanya, tidak ada ijin sama sekali yang dimiliki oleh Umi Salma, baik ijin dari OJK maupun dari Kementerian Koperasi.

Setiap penabung akan mengambil uangnya saat mendekati hari raya disertai bonus 5 kg gula setiap tabungan bernilai satu juta rupiah.

Bila memiliki tabungan senilai lima juta rupiah, berarti sinpenabung akan mendapatkan bonus 25 kg gula pasir.

 

 

(Redaksi)

loading...