PB, Lumajang — Kepala Desa Sentul Didik Santoso (29) menderita kerugian milyaran rupiah akibat bujuk rayu Umi Salmah.

Alhasil diapun tidak mampu berkata-kata saat mengetahui bahwa Umi Salmah ditangkap karena berbagai macam kasus terutama kasus penipuan.

Didik Santoso mengatakan, Umi Salmah menggadaikan aset-aset miliknya yakni 1 sertifikat tanah yang di atasnya terdapat 3 buah bangunan rumah.

Lanjutnya, 3 bangunan tersebut merupakan rumahnya dan milik 2 orang keluarganya yang digadaikan ke Bank BRI Cabang Lumajang seharga 1 miliar rupiah.

Selain itu kata dia, 3 BPKB bis miliknya dijaminkan oleh Umi Salmah ke Koperasi Canbara sejumlah 400 juta.

Sedangkan BPKB 1 unit mobil Toyota Avanza dijaminkan ke Bank KIK sejumlah 125 juta, 1 BPKB bus dijaminkan di Bank Danamon senilai 100 juta dan 1 lagi BPKB bus dijaminkan di Malang.

Seluruh aset keluarganya beber dia, dijaminkan ke Bank secara terpisah dan tanpa sepengetahuannya digunakan untuk apa uang pinjaman tersebut oleh Umi Salmah.

Namun dia mengaku jika dirinya diiming-imingi akan diberi bunga sebesar 3% oleh Umi Salmah.

“Aset saya dipinjam oleh tersangka untuk dijaminkan di Bank karena jika Umi salmah yang meminjam uang bisa mendapat uang lebih banyak dengan alih untuk membeli usaha kos-kosan dan saya dijanjikan mendapat bunga 3% dari uang pinjaman dari bank. Bahkan saya sudah mendapat pemberitahuan dari bank bahwa rumah saya akan disita. Total aset saya yang dikuasai oleh umi Salmah Rp 4,5 milliar. semuanya sudah digadaikan ke Bank,” jelas Didik.

Namun terang dia, jangankan 3% kini tidak sepeserpun hartanya kembali karena Umi Salma harus ditahan di Mapolres Lumajang karena berbagai kasus penipuan.

Sementara itu, Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban mengungkapkan bahwa kasus yang melibatkan Umi Salmah bagaikan gunung es yang mencair.

“Semakin saya dalami kasus ini, maka muncul lagi satu persatu permasalahan lain terkait jejak penipuan Umi salma kepada para korbannya. Dengan janji manisnya, Umi salmah selalu berhasil memperdaya korban-korbannya. Kali ini seorang Kepala Desa juga termakan bujuk rayu Umi Salma sehingga menderita kerugian milyaran rupiah dan terancam harus pindah rumah karena pihak bank akan melakukan pelelangan terkait aset rumah yang ditempatinya karena tidak dapat melunasi hutang kepada Bank, dimana aset tersebut diagunkan ke pihak Bank oleh Umi Salmah,” pungkas Arsal.

(Redaksi)

loading...