PB, Jakarta — Kalau Pokok dah Condong, Kura-kura pun Naik. Kekuasaan ini begitu rapuh, lemah terhadap OPM namun garang terhadap umat Islam. Kekuasan ini telah menjadi antek, para penghamba dunia, penghamba kuasa, hingga tak lagi menghargai ulama. Pokok salah bisa ditebang, akar runyam bisa dicerabut, semua berpulang kepada niat.

Memanglah, niat rezim ini anti ulama, kriminalisasi pada ulama, hingga laporan terhadap Datuk pun ditindaklanjuti penenggak hukum. Padahal, laporan Umat terhadap Abu Janda, Ade Armando, Victor Laiskodat, Cornelis, Guntur Romli, Busukma, tak satupun di proses penenggak hukum.

Namun, laporan itu cuma sebatas di arsip. Bahkan, terkadang jika umat Islam yang melapor, segudang alasan penenggak hukum menolaknya.

Datuk Seri Ulama Setia Negara, Datuk bukan hanya milik warga Melayu Riau. Datuk, adalah milik kami, umat Islam. Kami akan menjaga, apa yang diamanahkan Allah SWT kepada kami. Kami, akan menjaga Datuk dengan sepenuh hati.

Kami tak hanya Menang sorak, kalah bertanding. Kami adalah umat Muhammad SAW, yang memiliki kewajiban menjaga Marwah dan wibawa ulama, walau nyawa harus terpisah dari badan, walau jasad harus berkalang tanah.

Datuk adalah aset kami, tak mungkin kami serahkan kepada musuh-musuh Islam. Kami tak mungkin, mendapat pengganti ulama seperti Datuk, tak mungkin Harapkan hujan di langit, air ditempayan ditumpahkan.

Kami akan jaga air tempayan itu, kami akan manfaatkan air tempayan itu, untuk mengobati dahaga umat atas lautan ilmu Datuk. Mereka yang melaporkan Datuk, ingin memecah tempayan dan menumpahkan isi airnya. Kami tidak akan pernah ridlo !

Datuk, rezim ini benar-benar represif dan anti ulama. Setelah Pilpres berakhir, rezim mulai mengintensifkan kriminalisasi terhadap ulama.

Mereka memelihara Abu Janda, Ade Armando, Guntur Romli, dan para pengkhianat bangsa lainnya. Bak mendukung biawak hidup. Mereka terus memberi makan biawak-biawak itu.

Seharusnya mereka paham pakem, tahu kewajiban menghormati ulama. Seukur maka dikerat, seusai maka dipasang.

Namun, mereka benar-benar telah melanggar batas. Merusak batasan yang merobek rasa hormat kepada ulama kami. Mereka, para begundal kekuasaan dan para penguasa antek itu, terus mengintensifkan kezaliman terhadap ulama.

Datuk Seri Ulama Setia Negara Tuanku Ust Abdul Shomad, teruslah tebarkan kebenaran kalam ilahi, jangan pernah ciut dengan celaan orang yang suka mencela, jangan pernah gentar dengan gertakan setan-setan tak bernyali. Ketahuilah, kami akan membela dan melindungi Datuk. Selalu.

 

Oleh : Nasrudin Joha

loading...