PB, Wamena — Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian menggelar acara tatap muka dengan tokoh masyarakat serta tokoh agama se-Kabupaten Jayawijaya, di ruang Sasana Wio Pemda Jayawijaya Wamena, Sabtu (7/9).

“Saya berharap melalui kedatangan Bapak Panglima dan Kapolri dapat mengetahui perkembangan daerah dan permasalahan yang ada di daerah ini. Yang pada akhirnya akan dapat memajukan daerah Kabupaten Jayawijaya,” ujar Bupati Jayawijaya, John R. Banua.

Pada kesempatan itu, Bupati Jayawijaya juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk dapat menjaga keamanan dan ketertiban di daerah ini.

“Kami berharap dengan kehadiran Bapak Kapolri dan Panglima TNI dapat mendatangkan kesejukan di Kabupaten Jayawijaya,” ujarnya lagi.

Sementara itu Kapolri Jendral Pol. H. Muhammad Tito Karnavian menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat Jayawijaya kepada jajaran Kepolisian.

“Banyak perubahan dan kemajuan terjadi di Kabupaten Jayawijaya setelah terakhir kalinya saya berkunjung disini. Selamat kepada pemerintah dan masyarakat atas semua perubahan-perubahan di daerah ini,” ucap Kapolri.

Jenderal Tito berharap kedepannya pembangunan infrastruktur di Jayawijaya cepat diakukan karena Jayawijaya merupakan pusat dari beberapa daerah di Pegunungan.

Dia juga mengatakan bahwa infrastruktur, sangat berperan dalam mobilitas barang dan orang.

“Daerah ini merupakan lembah yang paling subur di Indonesia. Potensi Pertanian, peternakan bisa dikembangkan dengan maksimal. Bahkan kopi dan hasil bumi lainnya menjadi daya tarik daerah lainnya.
Kami sudah janji beberapa minggu lalu ke Wamena, namun karena ada kegiatan lain sehingga hari ini kita baru bisa bertemu disini. Saya sangat yakin ini merupakan rencana Tuhan YME. Terima kasih banyak atas sambutan yang meriah,” terang Kapolri.

Senada dengan itu Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP (Panglima TNI) menyampaikan bahwa kehadirannya di Wamena adalah untuk banyak mendengar dari keluhan warga Wamena dari hati ke hati.

Kata dia, Papua merupakan bagian integral dari NKRI, sehingga masyarakat Wamena memiliki hak yang sama dengan di daerah lain.

Sedangkan Ketua STISIP AI YAPIS Wamena selaku perwakilan paguyuban se Pegunungan Tengah dr . H. Rudi Hartono ismail, S.Pd, M.Pd bahwa pihaknya mengapresiasi pemerintah Kabupaten Jayawijaya yang telah menjamin keamanan dan ketertiban di Kabupaten Jayawijaya.

“Harus ada konsep yang tepat di Kabupaten Jayawijaya yang memiliki karakter yang berbeda dengan daerah lainnya. Harus ada pilot project di kampung kampung sehingga kehidupan masyarakat dapat terlihat kebersamaannya dan kesatuannya. Masyarakat menginginkan perhatian yang serius dari Pemerintah Daerah,”ujarnya.

Begitupula Tokoh Masyarakat Asologaima, Aleks Silo Sukarno Dogo mengatakan, sebagai salah satu Tokoh Pepera, diriny tidak menginginkan Papua ribut terus.

Dia juga mengusulakan agar Satuan Teritoroal setingkat Korem dapat dibangun di Jawawijaya.

“Tolong segera tanah seluas 90 Hektar yang telah kami serahkan pada Pangdam agar segera dibangun Korem. Anggota TNI dan Polri disini datang bukan untuk membunuh masyarakat tapi untuk mengamankan masyarakat,” ujarnya.

Dia juga berharap kepada Kapolri untuk meningkatkan Binmas Noken.

“Saya orang adat yang asli NKRI, ini tempat kami tidak boleh orang lain mengacaukan daerah ini. Tolong lihat pejuang NKRI dan tokoh Pepera untuk dibuat pemukiman yang layak. Kunci pembangunan ada pada Negara karena fungsi pembangunan ada pada negara. Saya minta harus ada Mako Brimob di Wamena,” tambahnya.

 

(Red/penrem 172)

 

loading...